Langkah strategis dilakukan oleh jajaran pimpinan daerah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Nganjuk dengan menggelar agenda silaturahmi resmi ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Nganjuk pada Selasa (6/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan gerak antara orkestrasi pemikiran para cendekiawan Muslim dengan jajaran kepolisian guna membentengi moral remaja sekaligus memperkuat advokasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan di daerah.

Kedatangan rombongan pimpinan ICMI disambut hangat langsung oleh Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, SH, SIK, MIK beserta Wakapolres dan sejumlah Kepala Satuan (Kasat). Pertemuan intensif ini merefleksikan spirit dakwah jamaah dalam membedah penyakit masyarakat di lapangan, seperti peredaran minuman keras (miras) dan narkoba, serta komitmen merawat kerukunan beragama sebagai fondasi keharmonisan umat.
Dalam kesempatan itu, ICMI mengapresiasi tinggi tagline “Polisi bersama Masyarakat” yang dinilai mencerminkan pendekatan aparat yang inklusif dan mau merangkul seluruh elemen umat.
Salah satu pilar penting yang menjadi fokus diskusi adalah perlindungan ruang aman bagi para pendidik guna menegakkan adab dan karakter siswa di sekolah.
Ketua ICMI Nganjuk, Muhammad Roissudin, MPd menekankan, tindakan disiplin guru dalam batas kewajaran demi membentuk akhlakul karimah tidak boleh langsung diseret ke ranah hukum pidana tanpa adanya proses kekeluargaan.
“Ke depan, kita berharap isu guru dilaporkan ke aparat penegak hukum harus mengedepankan prinsip humanis dan preventif. Pendekatan yang diutamakan adalah keadilan restoratif dan kekeluargaan, bukan hukum saklek,” ungkap mahasiswa Doktoral UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Di samping perlindungan profesi guru, ICMI memandang pencegahan kenakalan remaja harus dimulai dari akarnya, termasuk memberikan kemudahan akses masa depan bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu. Pendidikan dinilai sebagai benteng utama pemutus rantai kemiskinan sekaligus peredam kerawanan sosial.
“Akses beasiswa juga perlu diperluas regulasi dan manfaatnya bagi masyarakat luas agar kualitas SDM umat terus meningkat secara merata,” tambah Anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Timur .
Gayung bersambut, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyambut baik inisiatif kolaboratif ini. Kepolisian berkomitmen penuh membuka ruang kerja sama lintas sektor demi mengatasi akar masalah moralitas, yang mencakup pencegahan kekerasan terhadap anak, pemberdayaan perempuan, hingga penindakan miras dan narkoba di lingkungan pelajar.
“Tantangan kamtibmas modern tidak bisa diselesaikan oleh polisi sendiri. Penyelamatan generasi muda dari bahaya narkoba dan miras membutuhkan sentuhan edukasi hingga spiritual yang kuat dari para cendekiawan dan tokoh agama, agar penegakan hukum di lapangan bisa berjalan lebih inklusif, preventif, dan menyentuh aspek kemanusiaan,” tutur Kapolres.
Pertemuan lintas sektor ini ditutup dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti program dalam bentuk rencana aksi bersama (action plan) yang konkret demi melahirkan kemaslahatan publik di Kabupaten Nganjuk.
Adapun jajaran pimpinan ICMI Nganjuk yang mengikuti agenda silaturahmi ini dipimpin oleh Ketua Dr. (c) M. Roissudin, MPd, didampingi Wakil Ketua Dr. (c) Azis Kabul Budiono, M.Pd, Wakil Ketua Gogot Setino, Wakil Ketua Lukman, ST, Wakil Ketua Siti Mujayyanah, M. Pd, serta Sekretaris Faizal Anshori, S. Pd, MM. (*/tim)
