Dalam Acara Tabligh Akbar PDM Kebumen Jateng pada Sabtu (16/12/202) di Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi menyatakan:
1. Ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di segala bidang yang tersebar di seluruh Indonesia mampu menyerap tenaga kerja tidak sedikit. Eksistensi AUM membantu pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan untuk rakyat
2. Karyawan AUM tidak sekedar bekerja dan mendapat upah. Bekerja di AUM merupakan tugas mulia karena sebagai ladang ibadah dan menjalankan fungsi kekhalifahan. Allah SWT berfirman:
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون. الذاريات (٥١): ٥٦
وإذ قال ربك للملائكة إني جاعل فى الأرض خليفة. البقرة (٢): ٣٠
3. Karyawan AUM harus menjadi bagian dari Muhammadiyah dan ikut aktif menggerakkan Muhammadiyah. AUM jangan hanya dijadikan tumpangan.
Kewajiban utama karyawan AUM terhadap Persyarikatan Muhammadiyah bukan hanya sekedar bekerja untuk mendapatkan upah, tetapi wajib aktif dalam kegiatan Muhammadiyah, mengamalkan Islam sesuai dengan paham Muhammadiyah, dan berideologi Muhammadiyah.
Berikut ini adalah lima kewajiban utama karyawan AUM terhadap Muhammadiyah:
1. Aktif di Ranting dan Cabang: Karyawan AUM wajib aktif dalam kegiatan Ranting atau Cabang, bahkan menjadi pimpinan, baik di Ranting, Cabang, maupun Ortom di tempat tinggal masing-masing.
2. Menjaga Komitmen Ideologi: Karyawan AUM harus memiliki komitmen dan pemahaman yang lurus terhadap ideologi Muhammadiyah, serta tidak ragu terhadap arah perjuangan organisasi.
3. Menjalankan Dakwah Muhammadiyah: Karyawan AUM wajib menjadikan pekerjaan dan perilakunya sebagai sumber dakwah yang mencerminkan nilai IsIam Berkemajuan.
4. Mengembangkan Persyarikatan: Karyawan AUM harus ikut aktif memajukan, menggerakkan, memperluas, dan merawat kiprah Muhammadiyah di tengah masyarakat.
5. Menjadi Uswah Hasanah di Masyarakat: Karyawan AUM harus menjaga marwah, akhlak, dan citra positif AUM dan Persyarikatan melalui prilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai IsIam Berkemajuan.
Sementara itu, Ketua PWM Jatim Prof Dr dr H Sukadiono MM, ada tiga orientasi seseorang untuk bekerja:
1. Orientasi Ekonomi (Biogenetis), yaitu bekerja hanya sekedar memandang pekerjaan dari sudut memperoleh upah, uang, gaji, dan penghasilan yang didapat.
2. Orientasi Sosial (Sosiogenetis), yaitu bekerja hanya sekedar untuk meraih prestasi dan prestise, sehingga gampang putus asa apabila tidak bisa mendapatkannya.
3. Orientasi Spiritual (Theogenetis), yaitu bekerja dengan meyakini bahwa pekerjaannya itu sebagai proses mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadi jalan untuk meraih surga-Nya. Allah SWT berfirman:
وعد الله الذين آمنوا وعملوا الصالحات منهم مغفرة وأجرا عظيما. الفتح (٤٨): ٢٩
Menurut Prof Suko, karyawan AUM seharusnya memiliki orientasi ketiga, yaitu bekerja sebagai sarana beribadah kepada Allah SWT. Beliau meyakinkan bahwa dengan orientasi spiritual, ibadah, atau theogenetis, maka dua orientasi lainnya akan katut (terbawa)
Menurut Kepribadian Muhammadiyah, karyawan AUM harus memiliki sepuluh sifat-sifat utama berikut ini:
1. Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan.
2. Memperbanyak kawan dan mengamalkan Ukhuwah Islamiyah.
3. Lapang dada dan luas pandangan, dengan memegang teguh ajaran IsIam.
4. Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan.
5. Amar makruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik.
6. Mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah.
7. Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan, sesuai dengan ajaran IsIam.
8. Kerjasama dengan golongan IsIam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama IsIam serta membela kepentingannya.
9. Membantu pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.
10. Bersifat adil serta kolektif ke dalam dan keluar dengan bijaksana.
Lima Etos Kerja Islami yang harus dimiliki karyawan AUM:
1. Kerja Ikhlas, dengan hati
2. Kerja Keras, dengan tenaga
3. Kerja Cerdas, dengan akal pikiran
4. Kerja Berkualitas, sesuai dengan SOP
5. Kerja Tuntas, semua pekerjaan selesai, tidak ada yang tersisa. (*)
*) Disampaikan dalam Pembekalan Karyawan RSUM Babat dengan Materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) pada Senin, 31 Agustus 2026 di Ruang Pertemuan KH. Ahmad Dahlan RSUM Babat.
