Role Model Masa Kini, Inspirasi Untuk Negeri

Role Model Masa Kini, Inspirasi Untuk Negeri
*) Oleh : M. Mahmud, M.Pd.I
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jatim.
www.majelistabligh.id -

Di era informasi yang bergerak begitu cepat, layar ponsel sering kali menjadi jendela utama kita dalam melihat dunia. Hanya dengan satu guliran jempol, kita disuguhi ribuan figur: pembuat konten dengan jutaan pengikut, pengusaha muda yang sukses di usia belia, hingga tokoh-tokoh populer dengan gaya hidup yang tampak sempurna. Tanpa disadari, kita sering mengagumi dan menjadikan mereka sebagai standar keberhasilan. Namun, sebuah pertanyaan mendasar perlu kita renungkan kembali: siapakah yang benar-benar layak menjadi role model masa kini?

Sebagai seorang Muslim, pencarian figur teladan sejatinya bukanlah hal yang rumit. Islam telah memberikan kompas yang jelas dalam Al-Qur’an:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Menjadikan Rasulullah SAW dan para sahabat sebagai role model di zaman modern kerap dianggap ketinggalan zaman oleh sebagian orang. Padahal, esensi dari karakter beliau kejujuran (assiddiq), dapat dipercaya (al-amanah), kecerdasan (alfathanah), dan keberanian menyuarakan kebenaran (attabligh) adalah fondasi kehidupan yang paling relevan untuk menjawab krisis moral saat ini.

Menavigasi Karakter di Era Modern

Meneladani Rasulullah SAW di masa kini tidak berarti kita harus terasing dari kemajuan teknologi atau dinamika zaman. Justru, nilai-nilai kenabian harus diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari:

• Integritas di Media Sosial: Saat tren menciptakan kebohongan demi popularitas (gimmick), seorang Muslim yang meneladani Nabi akan tetap menjaga kejujuran dan kehormatan diri dalam setiap unggahannya.

• Empati dan Kepedulian Sosial: Di tengah maraknya budaya individualistis, sikap kepedulian Rasulullah kepada sesama menjadi pengingat agar kita tidak menutup mata terhadap penderitaan orang lain.

• Ketahanan Mental (Resilience): Dalam menghadapi tekanan hidup dan kesehatan mental, ketabahan Rasulullah saat menghadapi ujian berat menjadi sumber kekuatan bahwa setiap kesulitan selalu menyertai kemudahan.

Mengagumi pencapaian manusia lain dalam hal ilmu pengetahuan, teknologi, atau keterampilan profesional tentu tidak dilarang. Namun, kekaguman tersebut hendaknya tidak menggeser posisi Rasulullah SAW sebagai tolok ukur utama dalam berakhlak dan melangkah.

Ukuran kesuksesan seorang role model sejati bukanlah seberapa banyak pengikut di media sosial atau seberapa melimpah harta yang dimiliki, melainkan seberapa besar manfaat yang ia hadirkan bagi sekitarnya dan seberapa dekat ia membawa kita kepada Sang Pencipta. Mari kita tata kembali niat dan arah pandang kita, agar di tengah riuhnya dunia masa kini, kita tidak salah memilih teladan hidup. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search