Khotbah Iduladha di PCM Banjarmasin 2 Ajak Jemaah Warisi Semangat Nabi Ibrahim di Era Gadget

Khotbah Iduladha di PCM Banjarmasin 2 Ajak Jemaah Warisi Semangat Nabi Ibrahim di Era Gadget
www.majelistabligh.id -

Ribuan jemaah memadati halaman Komplek Perguruan Muhammadiyah SDM 5-11, Jalan K.S Tubun, Banjarmasin, pada pelaksanaan Salat Iduladha 1447 H, Rabu, 10 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan 27 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh pengurus Masjid Muhammadiyah Kelayan Muara yang berada di wilayah PCM Banjarmasin 2 dan berlangsung dalam suasana tertib, khidmat, serta penuh kekeluargaan.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Ustaz H. Achmad Damiri Salim, Lc yang menyampaikan khotbah bertema “Mewarisi Semangat Nabi Ibrahim AS di Zaman Gadget.”

Dalam khotbahnya, khatib mengajak jemaah untuk tidak memaknai Iduladha hanya sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi sebagai momentum mewarisi nilai pengorbanan, ketaatan, dan keteguhan iman Nabi Ibrahim AS dalam kehidupan modern yang dipenuhi distraksi teknologi digital.

“Kita hadir bukan hanya untuk menyembelih hewan kurban, tetapi untuk menghidupkan kembali warisan semangat Nabi Ibrahim dalam kehidupan kita hari ini,” ungkapnya.

Khatib kemudian mengisahkan dialog penuh ketundukan antara Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagaimana diabadikan dalam Surah Ash-Shaffat ayat 102-105. Menurutnya, kisah tersebut bukan sekadar sejarah, melainkan pelajaran tentang ketaatan total kepada Allah SWT meskipun harus mengorbankan sesuatu yang sangat dicintai.

Khutbah semakin menarik ketika khatib mengaitkan semangat kurban dengan tantangan kehidupan modern di era gadget dan media sosial. Ia menegaskan bahwa ujian umat Islam saat ini bukan lagi menyembelih anak sebagaimana Nabi Ibrahim AS, tetapi menyembelih ego, hawa nafsu, serta keterikatan berlebihan terhadap dunia digital.

“Hari ini, ujian kita bukan perintah menyembelih anak. Tapi menyembelih ego, mengorbankan waktu, menundukkan hawa nafsu, dan melepaskan keterikatan terhadap dunia, termasuk gadget yang menyita hidup,” tegasnya.

Khatib juga menyoroti fenomena masyarakat yang terlalu sibuk dengan telepon genggam hingga melupakan keluarga, ibadah, dan pendidikan anak. Ia mempertanyakan bagaimana banyak orang lebih hafal konten media sosial dibanding kisah Nabi Ibrahim AS, bahkan lebih sibuk dengan layar dibanding berinteraksi dengan anak dan keluarga.

Dalam salah satu bagian khotbah yang mendapat perhatian jamaah, Ustaz H. Achmad Damiri Salim, Lc. menyampaikan bahwa bentuk ketaatan di zaman sekarang bukan lagi menggunakan pisau dan tali, tetapi kemampuan menundukkan hawa nafsu digital.

Selain menekankan pentingnya pengorbanan dan pengendalian diri, khotbah juga mengingatkan jemaah agar menjadikan Allah sebagai prioritas utama dalam hidup, bukan sekadar mengejar popularitas, notifikasi, dan validasi media sosial.

Menurut khatib, manusia modern sedang menghadapi “tuhan-tuhan kecil” berupa perhatian, konten, dan algoritma yang perlahan mengambil tempat Allah dalam hati manusia.

Khatib juga mengajak para orang tua untuk membangun keluarga yang kuat secara spiritual dan tidak membiarkan rumah dipenuhi layar tetapi miskin zikir dan pendidikan iman. Generasi seperti Nabi Ismail AS, menurutnya, hanya akan lahir dari keluarga yang menghadirkan nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Menutup khotbahnya, khatib menegaskan bahwa hakikat kurban adalah mengganti sesuatu yang fana demi sesuatu yang kekal, serta menjadikan Allah SWT sebagai prioritas tertinggi di tengah kehidupan modern yang penuh gangguan dan kesibukan duniawi.

Ketua pengurus Masjid Muhammadiyah Kelayan Muara, Mukmin Tarham, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Salat Iduladha tahun ini. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir sejak pagi dan berharap pesan-pesan khotbah yang disampaikan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam agar lebih bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kehidupan modern. (arif poliban)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Search