Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Blimbing menggelar kajian pembekalan bagi ratusan mubaligh. Acara bertempat di Masjid Barokah, Ranting Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (3/9/2026) malam. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran dakwah di tengah masyarakat lokal.
Ratusan peserta hadir memadati ruangan masjid setelah sebelumnya bertugas mengisi ceramah di 130 masjid se-Kecamatan Polokarto. Mereka menyimak pemaparan materi bertema “Strategi Dakwah Kultural Muhammadiyah” yang disampaikan oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Ustaz Dr. Sri Lahir, M.Pd.
Ustaz Sri Lahir menegaskan bahwa dakwah kultural menjadi pendekatan penting agar syiar Islam terasa lebih akomodatif dan tidak kaku. Menurutnya, mubaligh harus mampu memadukan nilai tauhid dengan tradisi lokal tanpa menghilangkan semangat pemurnian ajaran.
“Dakwah kultural adalah upaya menanamkan nilai-nilai Islam ke dalam seluruh dimensi kehidupan dengan memperhatikan potensi dan kultur masyarakat secara bijak,” ujar Ustaz Sri Lahir. Ia menambahkan, dakwah tidak hanya berfokus pada mimbar, tetapi juga menghadirkan keteladanan nyata.
Penerapan Formula 3-M dan Filosofi Jawa
Dalam pemaparannya, penceramah mengenalkan metode 3-M untuk menyikapi adat lokal, yakni mendekati, bukan menjauhi; memurnikan substansi, bukan membubarkan wadah; serta mencerahkan dengan solusi.
Para mubaligh diajak memegang prinsip dadiya padhang sing ora blerengi, atau menjadi penerang yang tidak menyilaukan.
Ustaz Sri Lahir juga menjelaskan tiga pendekatan utama dalam kebudayaan, yakni akomodasi, rasionalisasi, dan demistifikasi. Pendekatan ini memandu mubaligh agar tidak menghantam krama tradisi yang telah ada di masyarakat. Budaya yang selaras dengan syariat dapat menjadi sarana dakwah yang efektif.
Suasana Khidmat dan Pembagian Doorprize
Para peserta tampak khusyuk menyimak materi yang dibawakan secara interaktif. Para mubaligh yang mengenakan pakaian koko dan jas seragam KMM duduk rapi secara lesehan di atas karpet hijau masjid sambil mencatat poin-poin penting.
Setelah sesi materi dan diskusi usai, acara ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui pembagian doorprize bagi para peserta.
Pembekalan ini diharapkan mampu membekali para mubaligh dalam menjalankan strategi dakwah kultural Muhammadiyah yang mencerahkan serta merangkul seluruh lapisan masyarakat. [Ahmas Nasri | Kontributor Sukoharjo]
