Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menyelenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) pada Juli mendatang, bertepatan dengan momentum Milad MUI ke-51 tahun. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang strategis bagi umat Islam dalam memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional sekaligus merespons dinamika global.
Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud mengatakan kongres ini memiliki arti penting tidak hanya bagi umat Islam sebagai bagian dari masyarakat Indonesia tetapi juga sebagai elemen bangsa yang berperan aktif dalam menjaga persatuan dan perdamaian dunia.
“Kongres ini sangat penting, dimana kita sebagai umat Islam, sekaligus sebagai warga negara Indonesia yang ikut membangun bangsa untuk kemudian turut serta dalam memperjuangkan perdamaian dunia,” jelasnya di Jakarta, pada Selasa (28/4/2026).
Lebih lanjut, Kongres ini diharapkan dapat menjadi pegangan bersama dalam bermuamalah, baik untuk kemajuan Indonesia maupun untuk menyikapi berbagai persoalan global.
“Mudah-mudahan nanti hasilnya bisa menjadi pegangan kita bersama dalam bermuamalah, baik untuk kemajuan negara kita, Indonesia, atau untuk urun rembuk dalam menyikapi kejadian di seluruh dunia,” tambahnya.
Dia menambahkan, panitia pelaksana untuk kegiatan Kongres telah terbentuk dan tengah mempersiapkan berbagai aspek teknis melalui sejumlah rapat koordinasi. Diharapkan, potensi umat Islam di Indonesia yang sangat besar ini dapat dihimpun dan dioptimalkan untuk memberikan kontribusi nyata.
“Rencananya, Kongres akan digelar di Jakarta. Namun, informasi lebih lanjut terkait lokasi dan teknis pelaksanaan akan diumumkan nanti,” kata dia. (*/tim)
