Masa pubertas atau baligh merupakan fase transisi krusial dalam kehidupan seorang anak. Pada fase ini, anak tengah mencari identitas diri yang diwarnai dengan gejolak mental dan psikologis.
Dalam Islam, masa ini bukan sekadar perubahan biologis dan psikologis, melainkan perpindahan status dari seorang anak menjadi seorang mukalaf yakni orang yang memikul tanggung jawab hukum syariat.
Tugas orang tua bukan lagi sekadar memberi makan, minum, pakaian ataupun kebutuhan yang sifatnya biologis, lebih jauh dari itu, yakni senantiasa membimbing jiwa agar siap menghadap Allah SWT dengan amalannya sendiri.
Orang tua memiliki peran sentral dalam mengantarkan anak menuju kemandirian dan kesiapan ruhani dalam mempertanggungjawabkan amalnya sendiri dihadapan Allah SWT.
Dalam kacamata syariat, pubertas ditandai dengan beberapa indikasi fisik yang jelas. Orang tua wajib mengomunikasikan hal ini tanpa rasa tabu yang berlebihan, agar anak tidak bingung saat mengalaminya pertama kali.
Rasulullah SAW bersabda mengenai batas dimulainya pencatatan amal:
رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ: عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ، وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ
Artinya: “Pena (catatan amal) diangkat dari tiga golongan: orang yang tidur sampai ia bangun, anak kecil sampai ia bermimpi (basah/baligh), dan orang gila sampai ia berakal.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, Shahih).
Seorang anak yang tengah memasuki masa baligh, dapat diketahui dari sejumlah indikator diantaranya; 1) ihtilam atau mimpi basah bagi laki-laki dan haid atau menstruasi bagi perempuan, 2) tumbuhnya rambut kemaluan, 3) jika tanda fisik belum muncul, mayoritas ulama menetapkan usia 15 tahun sebagai batas maksimal.
Ketika anak memasuki masa pubertas, setiap salat yang ditinggalkan dan setiap maksiat yang dilakukan akan dicatat sebagai dosa pribadi. Maka, penguatan tauhid menjadi fondasi utama. Untuk itu, orang tua dituntut untuk selalu memantau dan mengingatkan agar anak tidak meningalkan salatnya.
Allah SWT berfirman mengenai kewajiban menjaga keluarga dari api neraka:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6).
Ada beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan orang tua dalam membimbing anak dimasa pubertas agar dalam kehidupannya tidak melenceng dari syariat Islam. Pertama, disiplin salat. Jika di masa kecil salat adalah latihan, di masa pubertas salat adalah kewajiban mutlak. Selain itu, orang tua harus memastikan anak memahami tata cara mandi wajib dengan benar.
Kedua, pemahaman mahram. Anak harus diajarkan siapa saja orang yang haram dinikahi dan dengan siapa mereka harus menjaga batasan pergaulan.
Perlu kita ketahui bahwa masa pubertas merupakan fase dimana anak membawa ketertarikan pada lawan jenis. Islam tidak melarang perasaan tersebut, namun mengatur penyalurannya agar tetap mulia. Oleh karenanya, orang tua harus mengajarkan konsep ghadul bashar (menundukkan pandangan).
Allah SWT berfirman:
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ
Artinya: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka…” (QS. An-Nur: 30).
Islam mengajarkan edukasi seks melalui adab, seperti meminta izin saat memasuki kamar orang tua di tiga waktu –sebelum Subuh, siang hari, dan setelah Isya–sebagaimana tercantum dalam QS. An-Nur: 58. Ini mengajarkan anak tentang privasi dan batasan aurat. Jangan sampai anak tidak tahu batas-batas tersebut.
Pada masa pubertas, anak sering kali mengalami gejolak emosi karena perubahan hormon. Maka, pendekatan otoriter sering kali memicu pemberontakan. Untuk itu, gunakanlah pendekatan “sahabat” tanpa menghilangkan wibawa sebagai orang tua.
Sebagai contoh, lihatlah bagaimana Luqman memanggil anaknya dengan lembut:
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Artinya: “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).
Panggilan “Ya Bunayya” adalah panggilan kasih sayang yang mendalam. Orang tua harus menjadi pendengar yang baik agar anak tidak mencari pelarian kepada lingkungan yang salah.
Panggilan yang lembut bukan saja menentramkan jiwa anak, namun juga akan mendapat respon yang sopan dan taat pada perintah atau ajakan orang tua. Dengan demikian, antara anak dan orang tua akan terjadi harmonisasi yang indah dalam keluarga.
Rasulullah SAW mengingatkan betapa besarnya pengaruh teman terhadap agama seseorang terutama bagi remaja. Di masa pubertas, kecenderungan anak untuk “ikut-ikutan” sangat tinggi. Maka orang tua harus mengawasi betul pergaulan anaknya untu memastikan bahwa pergaulannya bersama teman yang baik.
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Artinya: “Seseorang itu tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa yang ia jadikan teman dekat.” (HR. Abu Dawud).
Tugas orang tua adalah memastikan agar putra putrinya bergaul dengan lingkungan yang baik serta teman yang baik pula sehingga terhindar dari berbagai perilaku yang menyimpang. Beberapa tugas tersebut yaitu:
1. mengenal teman-teman anak dan orang tua mereka.
2. memfasilitasi komunitas yang positif misalnya remaja masjid, klub hobi yang sehat, atau pengajian.
3. memberikan kesibukan yang bermanfaat agar energi masa muda mereka tersalurkan untuk prestasi, bukan sekadar gaya hidup hedonis.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa mendidik anak di masa pubertas dalam Islam adalah proses memanusiakan manusia menuju derajat muttaqin. Orang tua perlu memadukan tiga hal yaitu keteladanan, do`a yang tidak terputus, dan sabar yang luas.
Anak adalah amanah. Keberhasilan kita mendidik mereka di masa transisi ini akan menjadi investasi amal jariyah yang tak ternilai harganya di akhirat kelak. Semoga Allah SWT melembutkan hati anak-anak kita dan menjadikannya qurrota a’yun bagi keluarga dan umat. (*)
