Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Dorong SPEMJITU Perkuat Sinergi Satu Atap

Keluaga besar SMP Muhammadiyah 17 Surabaya siap menjadi lembaga pendidikan berdaya saing tinggi. (pur)
www.majelistabligh.id -

Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya melakukan langkah strategis dengan menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) di SMP Muhammadiyah 17 Surabaya (SPEMJITU) pada Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran manajemen sekolah dan bertujuan untuk memastikan ketercapaian program, serta pengendalian kualitas serapan anggaran. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya akselerasi untuk memastikan program sekolah berjalan presisi dan serapan anggaran tepat sasaran.

Ketua Tim Monev, Achmad Zainul Arifin, STP., MH., menekankan pentingnya SPEMJITU untuk segera melakukan penguatan program unggulan yang terintegrasi dengan SD Muhammadiyah 15 Surabaya. Salah satu rekomendasi kunci yang muncul adalah inisiasi program “satu atap”.

“Kami mendorong agar program Muhammadiyah Boarding School (MBS) atau sejenisnya segera digarap. Ini adalah langkah krusial untuk menciptakan sinergi satu atap dengan SDM 15 Surabaya melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang lebih proaktif,” ujar pria yang akrab disapa Cak Arifin tersebut.

Menurutnya, integrasi ini penting untuk memastikan keberlanjutan pendidikan siswa dari jenjang dasar ke menengah dalam satu ekosistem Muhammadiyah yang solid.

Empat Pilar Penguatan Sekolah

Dalam arahannya, Cak Arifin memaparkan bahwa Monev kali ini berfokus pada empat pilar utama guna menjaga standar kualitas pendidikan di lingkungan PDM Surabaya:

  1. Akuntabilitas Anggaran: Evaluasi mendalam terhadap serapan dana.
  2. Kekuatan Ideologi: Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (Ismuba).
  3. Fasilitas Belajar: Peninjauan Sarana dan Prasarana (Sarpras).
  4. Manajemen Mutu: Tata kelola pendidikan yang efektif dan efisien.

Sementara itu, Kepala SPEMJITU, Hidayat, ST, menyambut antusias masukan dari tim monev. Ia menganggap kehadiran Majelis Dikdasmen sebagai momentum untuk melakukan pengembangan ekosistem sekolah yang berkelanjutan.

“Monev ini adalah tolok ukur objektif bagi kami. Kami berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti rekomendasi yang ada, terutama dalam hal pengendalian anggaran dan inovasi program, demi mewujudkan sekolah yang unggul dan berdaya saing. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki diri demi kemajuan pendidikan Persyarikatan,” tegas Hidayat.

Melalui sinergi yang makin erat ini, SMP Muhammadiyah 17 Surabaya diharapkan mampu bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya akuntabel, unggul, dan berdaya saing tinggi, tetapi juga menjadi pilihan utama masyarakat di Surabaya. || purwanto

 

Tinggalkan Balasan

Search