Pertanyaan ke diri sendiri tengah malam: “Masihkah kita beriman?” Iman itu naik turun seperti sinyal HP. Kadang full, kadang 1 bar.
Ciri iman lagi lemah:
- Salat terasa berat: saat azan terdengar, tapi HP lebih menarik.
- Al-Qur’an berdebu: Saat satu hari tidak buka, rasanya biasa aja.
- Dosa jadi kebiasaan: Dulu nangis kalau maksiat. Sekarang ketawa.
- Hati keras: Denger ceramah, denger ayat, tidak ngefek
Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Iman itu bisa usang di dalam hati kalian, sebagaimana baju bisa usang. Maka mintalah kepada Allah agar memperbarui iman di hati kalian.” (HR. Hakim)
Ujian adalah CCTV Iman
Allah Wa Ta’ala tidak tanya “Kamu ngaku beriman ?” Allah Wa Ta’ala buktikan Lewat 3 ujian:
- Ujian Senang. Punya rezeki, sehat, viral. Masih inget Allah Wa Ta’ala apa lupa? Firaun gagal di ujian ini
- Ujian Susah. Bila sakit, di PHK, ditinggal orang. Masih bilang “Alhamdulillah” apa “Kenapa aku ya Allah ?” Nabi Ayyub lulus di ujian ini.
- Ujian Taat. Disuruh bangun tahajud, puasa, sedekah. Dilakuin apa ditunda “nanti”?
Jadi kalau hidup kamu lagi berat, itu bukan Allah Wa Ta’ala benci. Itu Allah Wa Ta’ala sedang nanya: “Masihkah kamu beriman sama Aku?”
Tiga Cara “Ngecas” Iman
Kalau batre HP 1%, kita cas. Kalau iman 1%, gimana?
- Cas dengan Al-Qur’an. “Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Satu halaman sehari, tidak usah banyak-banyak syukur jika bisa lebih banyak.
- Cas dengan Majelis Ilmu. Datang ke pelatihan, dengar kultum, buka kajian dan lainnya. Karena iman nular. Teman sholeh adalah charger iman.
- Cas dengan Amal Kecil yang istikamah. Solat dhuha 2 rakaat. Sedekah 2 ribu. Senyum dan lainnya.
Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Amal yang paling Alloh cinta adalah yang istikamah walau sedikit.”
Jangan tunggu iman kita mati baru kita panik. Cek diri kita hari ini. Masih malu kalau nggak sholat? Masih nangis kalau baca ayat azab? Masih pengen jadi lebih baik?
Selama tiga pertanyaan itu masih ada, berarti iman kita masih hidup.
Yaa Allah. Jangan cabut iman kami kecuali dalam keadaan husnul khatimah.
Yaa Allah. Perbarui iman di hati kami. Kuatkan saat lemah. Teguhkan saat goyah.
“Ya Muqallibal Qulub, Tsabbit Qalbi ‘ala Diinik” (Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agamaMu)
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad.
ismirzaf@gmail.com ; fimdalimunthe55@gmail.com
