Bendahara PW Muhammadiyah Jawa Timur drh. Zainul Muslimin mengajak seluruh peserta Muhammadiyah Education Awards (ME Awards) 2026 menjadikan kompetisi sebagai bagian dari semangat berlomba dalam kebaikan.
“Semoga acara ini sukses dan memberikan semangat kepada kita semua untuk terus ber-fastabiqul khairat,” ujar Zainul dalam sambutan pembukaan ME Awards 2026 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026).
Ajang tersebut mempertemukan siswa-siswi dari berbagai sekolah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Mereka datang membawa kemampuan dan prestasi dari sekolah masing-masing.
Menurut Zainul, peserta yang hadir merupakan siswa terpilih dari sekolah masing-masing. Kesempatan mengikuti kompetisi juga memberikan pengalaman baru bagi mereka.
“Mereka hadir bukan sekadar mengikuti kegiatan, tetapi juga mendapatkan pengalaman berprestasi,” katanya.
Pengalaman tampil dan berkompetisi, lanjut Zainul dapat membangun kepercayaan diri siswa. Apalagi, ME Awards 2026 mempertemukan mereka dengan peserta berprestasi dari berbagai sekolah.
Pertemuan itu memberi kesempatan kepada siswa untuk melihat kemampuan peserta lain sekaligus mengukur perkembangan diri sendiri.
“Ketika seorang anak mendapat kesempatan tampil dan mendapatkan apresiasi, pengalaman itu akan membangun rasa percaya dirinya,” tuturnya.
Zainul optimistis pengalaman tersebut dapat membantu siswa tumbuh menjadi generasi yang hebat. Namun, menurutnya, ukuran kehebatan tidak berhenti pada nilai akademik maupun capaian dalam perlombaan.
Anak-anak Muhammadiyah juga perlu memiliki kepedulian terhadap sesama. Karena itu, ia mengaitkan prestasi dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Ma’un.
Ia kemudian mengingatkan pesan Al-Qur’an tentang kesediaan seseorang menginfakkan sesuatu yang dicintainya.
Menurut Zainul, kepedulian tidak cukup hadir dalam ucapan atau simbol. Seseorang perlu mewujudkannya melalui tindakan yang memberi manfaat bagi orang lain.
Ia memberi contoh melalui bantuan pendidikan, fasilitas belajar, maupun perangkat yang mendukung kebutuhan siswa.
“Ketika kita membantu anak-anak, memberikan handphone, memberikan fasilitas pendidikan, atau menginfakkan sesuatu yang kita cintai, di situlah nilai kepedulian menjadi nyata,” jelasnya.
Zainul menambahkan, ME Awards 2026 memiliki cakupan yang lebih luas daripada kompetisi antarpelajar. Ajang ini juga dapat menjadi ruang untuk melihat perkembangan prestasi, kepercayaan diri, dan karakter siswa.
“ME Awards menjadi ajang fastabiqul khairat sekaligus tolok ukur kehebatan anak-anak kita,” ujarnya.
Ia berharap peserta tidak hanya membawa pengalaman kompetisi setelah kembali ke sekolah masing-masing. Mereka juga perlu menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Zainul juga memberikan apresiasi atas peran kepala sekolah dan guru Muhammadiyah serta ‘Aisyiyah dalam perkembangan sekolah dan prestasi peserta didik.
Para pendidik, lanjutnya, terus mendampingi siswa dalam berbagai kondisi. Mereka juga mengembangkan sekolah agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan yang terus berubah, meski dalam proses banyak kendala dan tantangan.
“Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa memiliki semangat untuk berubah,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur Prof. Dr. Khozin, MSi menyampaikan, ME Awards 2026 tidak hanya berbicara tentang persaingan antarpeserta.
Menurutnya, ajang tersebut menjadi ruang bersama untuk merayakan semangat belajar, prestasi, dan dedikasi insan pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur.
Ia menambahkan, tema tahun ini juga membawa pesan tentang potensi generasi muda Muhammadiyah. Mereka penting untuk memiliki keberanian untuk belajar, kemampuan beradaptasi, dan keteguhan nilai saat menghadapi perubahan.
“Pendidikan Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi yang mampu menjaga idealisme sekaligus memberi manfaat luas bagi masyarakat,” jelasnya.
M Awards 2026 diikuti dari 3.000 peserta dari 217 sekolah dan madrasah se-Indonesia, Sabtu (8/8/2026). Mereka mengikuti beragam kompetisi akademik, inovasi, hingga apresiasi bagi guru dan sekolah.
Tahun ini, ME Awards mengusung tema “The Rise of Muhammadiyah Youth Generation for Future Leader” yang menghadirkan sejumlah cabang lomba di antaranya esai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, business plan, robotika, ISMU, Olimpiade Matematika, IPA/Kimia, serta IPS/Ekonomi.
ME Awards juga menyediakan kategori untuk sekolah dan insan pendidikan. Kategorinya meliputi School Magazine, School Website, Guru Berprestasi, serta Inovasi Media Pembelajaran Digital. (afifun nidlom)
