Pendidikan tinggi bukan sekadar soal deretan gelar, melainkan tentang jawaban atas harapan orang tua yang ingin melihat anaknya sukses dan bermanfaat bagi masyarakat. Pesan ini ditekankan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi Universitas Islam Malang (Unisma), Jumat (17/4/2026).
Menag mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kampus adalah amanah yang harus dijaga dengan kualitas nyata. Menurutnya, kualitas sebuah perguruan tinggi tidak berdiri sendiri, melainkan gabungan dari kenyamanan fasilitas, keahlian dosen, dan metode belajar yang relevan dengan zaman.
“Kampus harus terus berbenah. Semua aspek, mulai dari fasilitas hingga cara mengajar, harus menyatu untuk memastikan lulusan kita siap pakai di dunia kerja dan di tengah masyarakat,” ujar Menag.
Ia menyadari bahwa saat ini ekspektasi masyarakat terhadap kampus keagamaan semakin tinggi. Orang tua tidak hanya menitipkan anak untuk belajar agama, tetapi juga agar mereka memiliki daya saing yang kuat. Menag juga mengajak seluruh civitas akademika untuk menjaga martabat Malang yang selama ini menyandang nama besar sebagai “Kota Pendidikan”.
“Citra Malang sebagai kota pendidikan harus kita buktikan dengan standar kualitas yang tinggi di setiap kampus. Jika kualitasnya terjaga, masyarakat tidak akan ragu menitipkan masa depan putra-putrinya di sini,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Menteri Agama menyerahkan bantuan sebesar 75 juta rupiah kepada Universitas Islam Malang. Dana ini diharapkan dapat menyentuh kebutuhan langsung mahasiswa, terutama dalam perbaikan fasilitas penunjang belajar-mengajar.
Langkah ini mempertegas komitmen Kementerian Agama untuk memastikan kampus-kampus Islam tidak hanya menjadi pusat studi, tetapi juga rumah bagi lahirnya generasi unggul yang siap membawa perubahan bagi bangsa. (*/tim)
