Mendiktisaintek Puji Kontribusi Masif Muhammadiyah Jatim

Mendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto bersama unsur pimpinan PWM Jatim dan PDA Jatim. (nun)
www.majelistabligh.id -

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi pada kontribusi besar Persyarikatan Muhammadiyah dalam membangun dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan silaturahmi dengan jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Kantor PWM Jatim, Sabtu (9/5/2026).

Menteri Brian menilai, keunggulan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) terletak pada ekosistemnya yang lengkap, di mana banyak universitas telah memiliki rumah sakit sendiri sebagai penunjang utama Fakultas Kedokteran.

“Saya menilai kontribusinya sangat besar dan terus berkembang hingga saat ini. Alhamdulillah, saya sangat senang mendapatkan informasi langsung dari Ketua PWM Jatim mengenai perkembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah, khususnya di Jawa Timur,” ujar Prof. Brian.

Mantan peneliti di National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST) Jepang ini, juga mendorong agar Muhammadiyah Jawa Timur tidak cepat puas dengan capaian Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang ada saat ini.

“Harus terus ditingkatkan agar kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat di Jawa Timur semakin besar dan luas manfaatnya,” tegas Guru Besar ITB tersebut.

Pertemuan dan silaturahmi Mendiktisaintek dengan jajaran PWM Jatim. (nun)
Pertemuan dan silaturahmi Mendiktisaintek dengan jajaran PWM Jatim. (nun)

Analogi Abdurrahman bin Auf

Dalam kesempatan itu, Menteri Brian memberikan perumpamaan yang menarik. Ia menganalogikan etos kerja dan kedermawanan Muhammadiyah dengan sahabat Rasulullah, Abdurrahman bin Auf, yang dikenal sebagai saudagar kaya raya namun sangat gemar bersedekah.

“Abdurrahman bin Auf itu sangat suka membantu dan bersedekah. Sikap seperti inilah yang saya lihat tercermin dalam gerakan PWM Jatim melalui berbagai amal usahanya,” jelasnya.

Ketua PWM Jawa Timur, dr. Sukadiono, memaparkan data terkini mengenai kekuatan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayahnya yang mencakup sektor pendidikan hingga kesehatan:

  • Pendidikan Anak Usia Dini: Sebanyak 1.400 unit TA/ABA.
  • Pendidikan Dasar & Menengah: Sebanyak 1.059 sekolah (SD hingga SMA/SMK).
  • Kesehatan: Mengelola 39 rumah sakit yang tersebar di berbagai daerah.

“Dalam waktu dekat, jumlah ini akan bertambah dengan segera diresmikannya RS Muhammadiyah Umsida di Sidoarjo,” lapor dr. Sukadiono.

Kontribusi Tingkat Nasional

Kontribusi Muhammadiyah di tingkat nasional memang menjadi tulang punggung pendidikan swasta di Indonesia. Berdasarkan data konsolidasi nasional tahun 2024-2025:

  • Pilar Pendidikan: Secara nasional, Muhammadiyah mengelola lebih dari 170 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), di mana banyak di antaranya telah terakreditasi Unggul.
  • Pilar Kesehatan: Muhammadiyah merupakan penyedia layanan kesehatan non-pemerintah terbesar di Indonesia dengan lebih dari 120 Rumah Sakit Umum dan Khusus serta ratusan klinik.
  • Kemandirian Ekonomi: Organisasi ini mampu mengelola aset secara mandiri untuk membiayai program sosial, yang sejalan dengan pengamatan Menteri Brian mengenai semangat filantropi Islam yang berkelanjutan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris PWM Jatim Prof. Biyanto, jajaran Wakil Ketua seperti Hidayatulloh, Syamsudin, Tamhid Masyhudi, Muhammad Sholihin, serta perwakilan dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search