Menggali Hakikat Cinta Rasul

www.majelistabligh.id -

Suasana sejuk pagi hari di Kota Batu terasa semakin hangat dengan kehadiran ratusan jamaah yang memadati Masjid At-Taqwa, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, pada Ahad (13/9/2026).

Mereka antusias mengikuti Majelis Pengajian Ahad Pagi yang menghadirkan pembicara Ustaz KH. Ahmad Syakirin Asmu’i, Lc., MA. Dengan tema yang menyentuh hati, “Mencintai Nabi SAW, Wujud Keimanan dan Ittiba’”, kajian ini mengupas tuntas makna cinta sejati kepada Rasulullah saw berdasarkan QS. Ali Imran ayat 31.

Dalam tausiyahnya, KH. Ahmad Syakirin Asmu’i menekankan bahwa cinta kepada Nabi Muhammad saw bukan sekadar ungkapan lisan atau perayaan seremonial semata. Lebih dari itu, cinta tersebut harus termanifestasi dalam bentuk keimanan yang kokoh dan ittiba’ (mengikuti) sunnah beliau dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.

Mengutip QS. Ali Imran ayat 31, “Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu,'”, beliau mengingatkan bahwa indikator utama kecintaan seorang hamba kepada Allah adalah dengan meneladani perilaku, akhlak, dan ajaran Nabi secara konsisten.

“Kecintaan kita kepada Rasulullah saw adalah cerminan langsung dari kadar keimanan dalam dada. Cinta yang hakiki tidak pernah berhenti pada retorika atau klaim belaka, melainkan menjelma dalam ketulusan kita meneladani setiap jejak langkah, perintah, dan akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari,”tegas Ust. KH. Ahmad Syakirin Asmu’i, Lc., MA.

Kajian yang dimulai pukul 06.00 WIB ini berlangsung dengan khidmat dan penuh perhatian. Jamaah dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pemuda, ibu-ibu, hingga lansia, tampak menyimak dengan saksama setiap penjelasan yang disampaikan. Interaksi dan antusiasme jamaah menunjukkan tingginya kesadaran spiritual masyarakat Kota Batu untuk memperdalam pemahaman agama yang moderat, damai, dan rahmatan lil ‘alamin.

Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa di tengah derasnya arus modernisasi dan dinamika zaman yang kian kompleks, umat Islam sering kali dihadapkan pada krisis figur keteladanan. Oleh sebab itu, menjadikan Rasulullah saw sebagai satu-satunya uswatun hasanah (teladan terbaik) merupakan kunci utama agar kehidupan seorang muslim tetap berada dalam pijakan syariat yang lurus serta memperoleh keridaan Allah Swt.

Pengajian Ahad Pagi ini secara nyata membuktikan kebenaran hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan saling mengajarkan, melainkan ketenangan akan turun, rahmat akan menaungi, para malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah akan menyebut nama mereka di hadapan makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.

Dengan semangat ini, masyarakat Kota Batu terus berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan cahaya keimanan yang tak pernah padam.||chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search