Sama Cuma Beda Konteks

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Setiap orang  mengalami apa yang kita alami, meskipun konteks masalahnya berbeda. Setiap orang melalui ujian yang beragam, dan cara yang beragam pula dalam menghadapinya.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Kandungan Surat Al-Baqarah ayat 155 menjelaskan bahwa Allah Swt pasti akan menguji keimanan setiap manusia dengan berbagai macam cobaan hidup. Bisa berupa ujian:

  • Ketakutan: Rasa cemas atau ancaman dari musuh atau keadaan.
  • Kelaparan: Krisis pangan dan kesulitan ekonomi.
  • Kekurangan harta: Kehilangan harta kekayaan atau kerugian.
  • Kehilangan Jiwa: Kematian orang tercinta, sakit, atau penuaan.
  • Ujian gagal panen atau berkurangnya hasil usaha.

Cara menghadapi berbagai ujian tersebut adalah pilih sikap sabar agar derajat keimanan tetap teruji. Bagi yang berhasil menyikapi, Allah menjanjikan kabar gembira berupa keberkahan, rahmat, dan kebahagiaan bagi hamba-Nya yang sabar.

Bersabar merupakan ciri orang-orang yang menghadapi kesulitan dengan lapang dada, kemauan keras, dan ketabahan yang besar.

Bagi orang-orang yang bersabar adanya deraan musibah dianggapnya sebagai tetesan air dingin yang memercik di wajah mereka. Percikan air dingin itulah yang menyadarkan dan membangunkannya dari lelap tidur menikmati mimpi gemerlap kehidupan dunia yang fana.

Meskipun diterpa cobaan dan musibah, mereka tak tergoyahkan laksana gunung yang tegak berdiri dan menancap dalam ke dalam kebenaran. Dalam waktu singkat mereka dapat mengubah semua kesedihan itu dari raut wajahnya. Kunci dari pada itu semua adalah kesabaran. Bagi orang-orang yang beriman, bersabar dalam menghadapi ujian adalah keindahan yang hakiki. (Aid Alqorni, La Tahzan)

Meskipun sulit, namun sejatinya buah sabar itu indah, dan keindahan itu hanya bisa dinikmati bagi mereka yang berikhtiar dan bertawakal.

Sabar dalam menahan penderitaan, dengan tetap melaksanakan ketaatan adalah pembuktian sebagai hamba-Nya yang istimewa.

Ketahuilah, betapapun beratnya deraan musibah, sabar akan membawa kita pada kesuksesan. Kegigihan dalam memperjuangkan hal yang didambakan lewat bingkai kesabaran adalah sebagai kuncinya. Sebab, tanpanya, perjuangan kita akan sia-sia belaka, bahkan menjadi sirna.

Dalam menjalani kehidupan yang penuh dinamika, sabar bertindak sebagai perisai hati agar kita tidak mudah putus asa. Menariknya, kesabaran yang sejati selalu berpasangan dengan rasa percaya (tawakal) bahwa setiap ketetapan-Nya pasti membawa kebaikan pada waktu yang tepat. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search