Menjemput Dzulhijjah: Memilih Hewan Kurban Sesuai Syariat

Menjemput Dzulhijjah: Memilih Hewan Qurban Sesuai Syariat
*) Oleh : Nashrul Mu'minin
Content Writer Yogyakarta
www.majelistabligh.id -

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini terdapat ibadah besar yaitu kurban yang dilaksanakan pada tanggal 10–13 Dzulhijjah setelah pelaksanaan salat Iduladha. Persiapan kurban sebenarnya tidak dimulai ketika hari raya tiba, melainkan jauh sebelum itu.

Rasulullah ﷺ mengajarkan umat Islam agar mempersiapkan hewan kurban dengan baik, memilih hewan terbaik, sehat, dan sesuai syariat. Kurban bukan hanya penyembelihan hewan, tetapi bentuk ketaatan, ketakwaan, dan pengorbanan kepada Allah SWT.

Allah berfirman: *﴿فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ﴾* “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2). Ayat ini menunjukkan bahwa qurban menjadi simbol ibadah yang sangat dekat dengan penghambaan kepada Allah.

Persiapan sebelum Iduladha penting dilakukan karena hewan kurban memerlukan perawatan, pemeriksaan kesehatan, serta penyesuaian biaya. Banyak ulama menganjurkan agar muslim mulai menabung dan memilih hewan sejak awal Dzulqa’dah atau sebelum Dzulhijjah tiba agar memperoleh hewan terbaik.

Selain itu, memilih lebih awal membuat calon pekurban dapat mengamati kondisi fisik hewan secara langsung. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman: *﴿لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ﴾ “Daging dan darahnya itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37). Karena itu kualitas niat dan ketepatan syariat menjadi inti kurban.

Syarat Hewan Kurban Menurut Syariat

Pertama, hewankurban harus berasal dari bahīmatul an‘ām (hewan ternak), yaitu unta, sapi, kambing, dan domba. Allah SWT berfirman: *﴿وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ﴾ “Bagi setiap umat Kami syariatkan penyembelihan agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang diberikan berupa hewan ternak.” (QS. Al-Hajj: 34). Maka hewan lain seperti ayam, rusa, kelinci, atau unggas tidak dapat dijadikan kurban.

Kedua, hewan harus memenuhi batas usia syariat. Untuk unta minimal berumur 5 tahun dan masuk tahun keenam. Sapi minimal 2 tahun masuk tahun ketiga. Kambing minimal 1 tahun masuk tahun kedua.

Sedangkan domba diperbolehkan mulai usia 6 bulan apabila sudah besar dan layak seperti domba dewasa. Rasulullah ﷺ bersabda: *«لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً» “Janganlah kalian menyembelih kecuali hewan yang cukup umur.” (HR. Muslim). Usia menjadi penting karena menunjukkan kesempurnaan pertumbuhan hewan.

Ketiga, hewan kurban harus bebas dari cacat berat. Rasulullah ﷺ bersabda: *«أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي الْأَضَاحِيِّ: الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا، وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا، وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلَعُهَا، وَالْكَسِيرَةُ الَّتِي لَا تُنْقِي». Artinya: “Empat hewan yang tidak sah dijadikan qurban: buta sebelah yang jelas, sakit yang nyata, pincang yang jelas, dan sangat kurus.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Maka hewan tidak boleh buta, lumpuh, kurus ekstrem, telinga rusak parah, atau sakit berat.

Keempat, hewan kurban harus milik sendiri dan diperoleh secara halal. Tidak boleh berasal dari hasil curian, sengketa, atau masih menjadi jaminan tanpa izin. Islam menekankan bahwa ibadah harus berasal dari sumber yang halal. Allah SWT berfirman: *﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ﴾ “Wahai orang-orang beriman, infakkanlah sebagian hasil usahamu yang baik.” (QS. Al-Baqarah: 267). Prinsip ini juga berlaku dalam qurban.

Ciri Memilih Sapi kurban

Saat memilih sapi kurban, perhatikan kondisi tubuhnya. Pilih sapi yang mata cerah, tidak berair berlebihan, hidung bersih, nafas normal, bulu mengilap, dan tubuh proporsional. Sapi sehat biasanya aktif, tidak lesu, serta memiliki nafsu makan baik. Perhatikan juga punggungnya; sapi yang baik tidak terlalu menonjol tulangnya dan tidak terlalu kurus. Kaki harus kuat serta tidak pincang. Sebelum membeli, periksa gigi untuk memastikan usia minimal dua tahun. Sapi qurban juga sebaiknya sudah mendapat vaksin dan pemeriksaan kesehatan dari petugas.

Selain fisik, pilih sapi dengan perilaku normal. Hindari sapi yang sering rebah karena lemah, keluar lendir berlebihan dari hidung, batuk terus-menerus, atau terdapat luka besar pada tubuh. Sapi yang sehat biasanya berdiri tegak, responsif terhadap lingkungan, dan gerakannya stabil. Bila memungkinkan mintalah surat kesehatan hewan dari dokter atau dinas peternakan agar memastikan terbebas dari penyakit menular.

Ciri Memilih Kambing Kurban

Untuk kambing kurban, pilih kambing yang lincah, bulunya bersih, tidak rontok berlebihan, serta matanya jernih. Kambing sehat memiliki telinga tegak, hidung tidak berlendir, dan perut normal. Pastikan kakinya kuat dan tidak pincang. Umur kambing minimal satu tahun dapat dilihat dari pergantian gigi seri depan. Kambing yang baik biasanya aktif bergerak dan memiliki suara yang normal.

Hindari kambing yang terlalu kurus hingga tulang rusuk menonjol, sering menyendiri, atau terlihat lemas. Perhatikan bagian mulut dan hidung karena penyakit sering muncul di area tersebut. Kambing qurban yang baik juga tidak mengalami kudis berat atau luka terbuka. Pilih kambing jantan bila memungkinkan karena banyak dipraktikkan masyarakat, meskipun secara syariat jantan dan betina sama-sama sah.

Ciri Memilih Domba Kurban

*Domba* menjadi pilihan masyarakat karena ukuran dan biaya yang lebih ringan. Domba yang baik memiliki bulu tebal, mata bersinar, tubuh padat, dan gerak lincah. Untuk domba usia minimal enam bulan, lihat ukuran tubuhnya; biasanya sudah menyerupai domba dewasa. Domba sehat tidak mengalami diare, tidak kurus, dan tidak terdapat luka besar pada kulit.

Perhatikan bagian ekor dan bulu belakang. Bila area tersebut kotor terus-menerus, bisa menjadi tanda gangguan pencernaan. Domba sehat biasanya sering mengunyah, aktif, dan tidak menunjukkan tanda sesak napas. Pilih domba dengan kaki kokoh serta telinga utuh agar memenuhi syarat kurban yang sempurna.

Ciri Memilih Unta Kurban

Untuk unta, meskipun jarang di Indonesia, syariat tetap memasukkannya sebagai hewan qurban utama. Unta harus berusia minimal lima tahun. Pilih unta yang memiliki punuk baik, tubuh tegap, mata bersih, dan langkah stabil. Hindari unta yang terlalu kurus, pincang, atau mengalami penyakit kulit. Unta juga dapat digunakan untuk tujuh orang sebagaimana sapi.

Rasulullah ﷺ dan para sahabat banyak menggunakan unta dalam ibadah qurban dan haji. Allah SWT berfirman: *﴿وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُم مِّن شَعَائِرِ اللَّهِ﴾ “Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk kalian sebagai syiar Allah.” (QS. Al-Hajj: 36). Ayat ini menunjukkan kemuliaan unta sebagai bagian dari syiar ibadah.

Menjelang Dzulhijjah, calon pekurban juga dianjurkan menjaga adab ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda: *«إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا»* “Jika telah masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan seseorang ingin berkurban maka jangan mengambil rambut dan kukunya.” (HR. Muslim). Hal ini menjadi bentuk penghormatan terhadap ibadah Kurban.

Akhirnya, kurban bukan sekadar memilih hewan paling besar atau mahal, melainkan memilih yang paling baik menurut syariat dan disertai ketakwaan. Persiapan sebelum Iduladha hendaknya meliputi niat, dana, pemilihan hewan, pemeriksaan kesehatan, dan pemahaman hukum kurban.

Dengan demikian ibadah kurban menjadi lebih sempurna dan menghadirkan nilai pengorbanan sebagaimana teladan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menaati perintah Allah SWT. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search