Sejarah sering kali hanya panggung bagi nama-nama besar. Padahal, di balik megahnya roda organisasi Muhammadiyah di berbagai pelosok Jawa Timur, ada ribuan “tokoh sunyi”. Mereka adalah para pejuang yang menginfakkan waktu, tenaga, bahkan air mata demi menghidupkan sekolah, panti asuhan, dan masjid tanpa pernah mengharapkan tanda jasa.
Bergerak dari kegelisahan agar kisah mulia tersebut tidak lekang oleh waktu, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) bersama Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) PWM Jawa Timur menggelar agenda sarat makna bertajuk Sang Maestro Jatim Historical Leadership Program.
Suasana hangat dan khidmat menyelimuti SMA Muhammadiyah 2 Surabaya sepanjang Sabtu dan Ahad (4-5/7/2026). Sebanyak 45 penulis, peneliti, dan sejarawan kader Muhammadiyah dari berbagai daerah berkumpul membawa satu misi suci: merawat ingatan dan mengabadikan keteladanan.
Menolak Lupa pada Jejak Juang
Ketua MPID PWM Jawa Timur, Dr. H. Aribowo, M.S., tidak dapat menyembunyikan rasa haru sekaligus bangganya melihat antusiasme para peserta. Baginya, kehadiran puluhan kader ini menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi sejarah di Jawa Timur masih menyala terang.
“Menulis sejarah itu bukan sekadar merangkai kata di atas kertas. Ini adalah cara kita mengabadikan jejak perjuangan para tokoh. Melalui tulisan, ruh perjuangan mereka akan tetap hidup dan menyapa generasi masa depan,” ungkap Dr. Aribowo.
Pihaknya juga mengajak seluruh peserta untuk menajamkan pena dan mendokumentasikan setiap sudut sejarah persyarikatan. “Jangan ragu, tuliskan segala hal tentang persyarikatan ini. Mulai dari hal terkecil di ranting-ranting terpencil, hingga narasi besar di tingkat wilayah,” imbuhnya menyemangati.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MPKSDI PWM Jawa Timur, Dr. Phil. Mohammad Rokib, M.A., memandang program Sang Maestro ini sebagai jembatan emas untuk menyuarakan kisah-kisah yang selama ini terabaikan. Banyak tokoh di daerah yang kontribusinya luar biasa dalam memajukan pendidikan, menyebarkan dakwah, dan memberdayakan sosial kemasyarakatan, namun namanya belum pernah tercatat dalam buku sejarah.
“Lewat kegiatan ini, kita ingin mengangkat kembali para tokoh persyarikatan yang memiliki peran luar biasa namun belum sempat terpotret oleh sejarah. Kami ingin ruang-ruang kosong itu kini diisi oleh tulisan indah dari jemari Anda semua,” tutur Dr. Rokib menyentuh hati para peserta.
Mentoring Intensif Bersama Pakar Sejarah
Agar kisah-kisah inspiratif ini dapat disajikan dengan metodologi yang kuat dan narasi yang memikat, para peserta dibimbing langsung oleh para pakar di bidangnya. Hadir sebagai narasumber antara lain Dr. H. M. Sulthon Amien, M.M. (Tokoh Senior Muhammadiyah Jatim), Prof. Dr. Sarkowi, S.S., M.Hum. (Akademisi & Sejarawan), dan Prof. Dr. Purnawan Basundoro, S.S., M.Hum. (Akademisi & Peneliti Sejarah).
Selama dua hari, ruang kelas SMA Muhammadiyah 2 Surabaya berubah menjadi ruang refleksi yang intim. Para peserta saling bertukar cerita, membedah arsip-arsip lama, dan merumuskan strategi terbaik untuk menghidupkan kembali kisah perjuangan para pendahulu.
Agenda ini bukan sekadar pelatihan menulis biasa, melainkan sebuah gerakan hati. Ini adalah ikhtiar bersama agar warisan kebaikan, keikhlasan, dan kepemimpinan para maestro Muhammadiyah Jawa Timur tidak terkubur zaman, melainkan tetap abadi sebagai kompas moral bagi generasi yang akan datang. || Ma’in
