Model Pengabdian yang Terintegrasi, Kolaborasi LAZISMU Nganjuk dan Mahasiswa UMSURA

Model Pengabdian yang Terintegrasi, Kolaborasi LAZISMU Nganjuk dan Mahasiswa UMSURA
www.majelistabligh.id -

Kegiatan pengabdian masyarakat kembali digelorakan oleh LAZISMU Nganjuk melalui kolaborasi bersama mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya)., Jumat (17/07/2026). Program ini dilaksanakan di dua kecamatan, yakni disah satu Desa di Kecamatan Gondang dan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata pemberdayaan masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial sekaligus pendampingan berbasis edukatif yang melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan.

Kolaborasi ini menjawab kebutuhan masyarakat setempat yang masih memerlukan penguatan kapasitas, khususnya dalam aspek sosial dan ekonomi. Sebagai lembaga amil zakat nasional, LAZISMU memiliki mandat menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi dengan mahasiswa KKN menjadi strategi efektif dalam memperluas dampak program hingga ke tingkat desa.

Ketua LAZISMU Nganjuk, Mijan, SH, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat. Kolaborasi dengan mahasiswa menjadi kekuatan tambahan dalam memberikan edukasi dan pendampingan,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, penyaluran bantuan secara langsung, hingga pendampingan program. Mahasiswa KKN berperan aktif dalam berinteraksi dengan warga, memberikan edukasi, serta membantu proses distribusi bantuan agar tepat sasaran. Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menciptakan hubungan yang lebih dekat antara lembaga sosial, akademisi, dan masyarakat.

Lebih lanjut, Mijan, SH menegaskan bahwa semangat “bergerak bersama, berdampak nyata” menjadi landasan utama kegiatan ini. Ia menyebut bahwa perubahan besar harus dimulai dari desa dengan melibatkan berbagai pihak. “Mahasiswa adalah generasi intelektual yang memiliki peran penting dalam pembangunan sosial. Ketika mereka turun langsung ke masyarakat, maka akan lahir solusi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui kolaborasi ini, LAZISMU Nganjuk berharap tercipta model pengabdian yang terintegrasi antara lembaga zakat dan dunia akademik. Sinergi tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat penerima bantuan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami realitas sosial. Ke depan, program serupa diharapkan terus berlanjut guna memperkuat pemberdayaan masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata. ( m roissudin)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search