Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026 diproyeksikan tidak hanya sekadar ajang kompetisi keagamaan. Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan helatan ini menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya talenta unggul yang siap memperkuat diplomasi keagamaan Indonesia di panggung dunia.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa pembinaan berjenjang selama bertahun-tahun telah menghasilkan modal sosial yang besar. Potensi tersebut perlu diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat internasional untuk mencerminkan wajah Islam Indonesia yang ramah dan moderat.
“MTQ dengan seluruh cabang lombanya merupakan modal kapital sosial kita dalam konteks diplomasi keagamaan. Hasil-hasil pembinaan ini harus bisa kita diseminasikan kepada masyarakat di seluruh dunia,” ujar Abu Rokhmad dalam press briefing di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Abu Rokhmad juga mendorong Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di seluruh tingkatan untuk terus berinovasi agar para alumni MTQ mampu menembus dan bersaing di arena internasional.
Diikuti 2.242 Peserta dari 8 Cabang
Pada perhelatan tahun ini, sebanyak 2.242 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dipastikan berpartisipasi. Jumlah tersebut terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.
Para peserta akan berlaga di delapan cabang perlombaan bergengsi, yaitu:
- Seni Baca Al-Qur’an: 329 peserta
- Hafalan Al-Qur’an: 331 peserta
- Seni Kaligrafi Al-Qur’an: 315 peserta
- Syarhil Qur’an: 202 peserta
- Fahmil Qur’an: 196 peserta
- Qira’at Al-Qur’an: 184 peserta
- Tafsir Al-Qur’an: 130 peserta
- Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ): 64 peserta
Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis Muhammad Hanafi, menjelaskan bahwa proses pendaftaran dan verifikasi seluruh kafilah telah diselesaikan pada 10–31 Juli 2026 melalui sistem e-MTQ. Untuk menjamin akuntabilitas serta mencegah kecurangan domisili atau identitas, data peserta dipadankan secara elektronik dengan sistem Dukcapil.
Melalui helatan di Semarang ini, MTQ Nasional XXXI diharapkan tak sekadar melahirkan pemenang, melainkan menegaskan peran Al-Qur’an sebagai kekuatan budaya dan diplomasi Indonesia di mata dunia. (*/tim)
