Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersiap mengelola rehabilitasi 114 hektar lahan kritis secara berkelanjutan melalui program Hutan Wakaf Berkemajuan.
Sekretaris MLH PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarak, mengungkapkan bahwa pemilihan angka 114 hektar ini bertepatan dengan momentum Milad ke-114 Muhammadiyah. Ke depan, jangkauan gerakan ekologis ini ditargetkan terus meluas.
Saat ini, kawasan rehabilitasi tersebar di beberapa wilayah Indonesia, meliputi Lampung dan Sumatera Utara (masing-masing dua titik), serta Bengkulu, Banten, Banyumas (Jawa Tengah), dan Gunungkidul (DI Yogyakarta) masing-masing satu titik.
Djihadul menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari dakwah Muhammadiyah. Ajaran Nabi Muhammad saw tentang menanam pohon dan merawat alam menjadi landasan utama untuk memberikan solusi nyata atas krisis lingkungan.
“Muhammadiyah hadir untuk menjadi solusi,” tegas Djihadul.
Agar dampaknya optimal, pengembangan program ini membutuhkan perencanaan dan kelembagaan yang matang. Peta potensi lahan perlu disusun secara terarah agar pengelolaan hutan dapat berjalan efektif.
“Jika dikelola dengan baik dan profesional, program ini berpotensi menjadi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) baru yang memberi banyak manfaat,” tambahnya.
Sebagai percontohan, Djihadul memaparkan pengelolaan tanah wakaf di Gunungkidul. Lahan bekas hutan rakyat yang sempat gundul akibat penebangan kini kembali dihijaukan bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat melalui penanaman ragam pohon dan penyediaan fasilitas pendukung.
Pengalaman di Gunungkidul diharapkan menjadi rujukan bagi daerah lain, dengan tetap menyesuaikan kondisi ekologis, kebutuhan masyarakat, serta kesiapan pengelola di tiap lokasi.
Ia juga menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar penanaman pohon seremonial, melainkan komitmen perawatan jangka panjang. Ke depan, kawasan tersebut dirancang untuk berkembang menjadi hutan pendidikan (edu-forest) maupun destinasi ekowisata sesuai karakteristik wilayahnya.
Melalui Hutan Wakaf Berkemajuan, Muhammadiyah terus memadukan dakwah ekologi, pemulihan ekosistem, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (*/tim)
