Mushaf Al Qur’an dari Logam Sudah Ada Sejak Abad 18

Mushaf Al Qur’an yang diukir pada lempengan logam kuningan berasal dari abad ke-18. (Foto: SPA)
www.majelistabligh.id -

Museum Al Qur’an di kawasan Budaya Hira, Kota Makkah, Arab Saudi menyimpan koleksi sejarah yang sangat penting. Museum tersebut tidak sekadar menjadi ruang pamer, tetapi jendela peradaban yang mengajak pengunjung menelusuri sejarah panjang mushaf suci umat Islam dari masa ke masa.

Dilansir dari Arab News, Ahad (3/5/2026), museum ini menghadirkan berbagai koleksi manuskrip langka dan artefak bersejarah yang mendokumentasikan perjalanan penulisan Al Qur’an sejak awal Islam hingga era modern. Setiap koleksi menjadi saksi bagaimana umat Islam menjaga kemurnian dan keotentikan kitab suci dengan penuh kehati-hatian dan dedikasi tinggi.

Salah satu koleksi paling mencuri perhatian adalah mushaf Al Qur’an yang diukir di atas lempengan logam kuningan, berasal dari abad ke-18. Karya tersebut menunjukkan tingkat presisi dan keahlian tinggi dalam seni Islam, sekaligus menggambarkan bagaimana estetika dan ketelitian ilmiah berpadu dalam proses penyalinan Al Qur’an.

Ruang pamer mushaf al Qur'an dari masa ke masa.
Ruang pamer mushaf al Qur’an dari masa ke masa.

Keberadaan mushaf berbahan logam itu juga menegaskan tradisi penulisan Al Qur’an tidak terbatas pada kertas atau perkamen. Umat Islam sepanjang sejarah telah menggunakan berbagai media, mulai dari kulit, kertas, hingga logam, sebagai bentuk penghormatan terhadap wahyu Ilahi.

Lebih dari sekadar karya seni, artefak tersebut merefleksikan hubungan mendalam umat Islam dengan Al Qur’an. Upaya pelestarian ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual, menggabungkan kreativitas, kecintaan, dan rasa hormat dalam setiap goresan kaligrafi.

Museum tersebut menjadi bukti bahwa Al Qur’an bukan hanya teks suci, tetapi juga sumber inspirasi peradaban yang terus hidup dalam tradisi seni, ilmu, dan budaya Islam hingga hari ini. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search