NKRI Berdiri di Atas Tumpukan Tulang & Siraman Darah Umat Islam (Bagian 2 Tulisan)

NKRI Berdiri di Atas Tumpukan Tulang & Siraman Darah Umat Islam (Bagian 2 Tulisan)
*) Oleh : Suwito Ibnu Kasby
Ketua Majelis Tabligh PDM Lamongan
www.majelistabligh.id -

Kontribusi Organisasi Islam Sebagai Pelopor Kebangkitan Nasional

Berdirinya organisasi-organisasi Islam baik yang berkiprah pada ranah sosial keagamaan, politik, sampai yang bersifat militer mempunyai kontribusi yang tinggi sebagai pelopor kebangkitan Bangsa Indonesia untuk lepas dari belenggu penjajah. Kiprah dan perjuangan Sarekat Dagang Islam (SDI)  yang kemudian berubah namanya menjadi Sarekat Islam (SI) (Sarekat Islam) merupakan bukti kongkrit tentang hal itu.

Latar belakang dari berdirinya organisasi ini pada tanggal 16 Oktober 1905 di Solo karena dominasi ekonomi oleh golongan Cina, khususnya monopoli bahan-bahan batik ; ekspansi Kristenisasi yang dilakukan oleh misi zending Kristen (Katolik & Protestan) yang sepenuhnya dibantu oleh penguasa kolonial Belanda ; dan penghinaan-penghinaan terhadap Islam dan kaum Muslimin yang dilakukan oleh golongan Kejawen, yang berpusat di keraton-keraton seperti Solo dan Yogyakarta.

Dalam Ensiklopedi Nasional, sebagaimana yang dikutip Majalah SABILI dalam edisi khususnya, menyebutkan bahwa pada periode setelah 1916, wawasan SI  adalah wawasan nasional untuk terbentuknya suatu bangsa. Sejak tahun itu pula, konggres SI disebut kongres Nasional I, isi pokok organisasi antara lain mengharapkan hancurnya kapitalisme dan memperjuangkan agar rakyat nantinya dakan dapat melaksanakan pemerintahannya sendiri.

Pada waktu itu, SI menjadi kekuatan politik yang amat terasa pengaruhnya, Tahun 1916, tercatat 181 cabang SI diseluruh Indonesia dengan anggota sekitar 700.000, sebuah angka fantastis kala itu. Budi Utomo di masa keemasannya saja – pada 1909 – hanya beranggotakan 10.000.

Kontribusi organisasi Islam terhadap NKRI tidak hanya di’monopoli’ oleh SI. Munculnya Partai Islam Indonesia (PII) pasca kelemahan SI menunjukkan dinamika perjuangan Islam begitu menggelora. Lebih dari itu, banyak pakar sejarah menarasikan bahwa awal abad ke 20 kesadaran nasionalisme bangsa Indonesia menemukan bentuknya. Berbagai macam organisasi yang berkiprah pada lini politik, social, ekonomi, bermunculan bak cendawan di musim hujan.

Dengan demikian kelahiran Muhammadiyah, NU, MIAI, Masyumi, Hizbulloh dan Markaz Ulama Angkatan Perang Sabil (MUAPS) semuanya bermuara pada perjuangan merebut kemerdekaan yang berlandaskan pada nilai-nilai suci Islam sebagai Agama yang cinta perdamaian, kebaikan, kebenaran dan anti kedzaliman serta segala bentuk penindasan dan penjajahan.

Penutup
Dari pemaparan sebagian fakta sejarah diatas bisa disimpulkan bahwa Islam sebagai nilai dan ummatnya mempunyai kontribusi yang sangat besar bagi NKRI. Pengorbanan harta dan nyawa umat Islam tak terhitung jumlahnya. Tidak hanya saat terjadi penjajahan, namun juga menjelang kemerdekaan, saat kemerdekaan bahkan diwaktu mempertahankan kemerdekaan.

Inilah fakta sejarah yang harus diketahui dengan benar oleh segenap elemen bangsa ini, khususnya generasi muda Islam sebagai kader-kader pemimpin masa depan. Agar mereka bangga dengan identitas keIslamannya bahwa dengan Islam kemuliaan hidup terwujud dalam ranah pribadi, keluarga, berbangsa dan bernegara. Waallohu a’lam Bishowwab.

 

 

Tinggalkan Balasan

Search