Orang-orang yang Bersama Allah

Orang-orang yang Bersama Allah
*) Oleh : Masroin Assafani
Wakil Ketua PDM Lamongan
www.majelistabligh.id -

Simpel sekali, orang-orang yang dibersamai Allah yaitu orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebajikan (muhsinun).

إِنَّ اللهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَالَّذِيْنَ هُمْ مُحْسِنُوْنَ.

Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebajikan.
[an-Nahl:128]

Kandungan Ayat:
Kedua orang yang dibersamai Allah ;
1. Takwa ; Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa
2. Muhsinun ; dan orang-orang yang berbuat kebajikan.

Menyingkap kembali makna takwa:
Takwa sangat viral. Dalam dunia pemahaman secara singkat bisa kami ketengahkan sebagai berikut ;
– Secara bahasa (etimologi), takwa berasal dari bahasa Arab waqa-yaqi-wiqayah yang berarti menjaga, menghindari, melindungi diri, atau berhati-hati.
– Takwa juga sering diartikan sebagai rasa takut kepada Allah. Secara harfiah, ini merujuk pada upaya menjaga diri dari bahaya, khususnya murka Allah. Makna tambahan:Menjaga Diri (Wiqayah): Melindungi diri dari perbuatan syirik, dosa, dan maksiat yang melahirkan ketaatan.
– Takwa juga dimaknai sebagai pelaksanaan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, melahirkan rasa takut yang didasari rasa hormat dan cinta (khauf) kepada Allah SWT.
– Takwa dipahami juga dengan tidak atau bukan sekadar rasa takut, melainkan sikap proaktif untuk melindungi diri dari segala hal yang merugikan di dunia maupun akhirat.
– Maka dari takwa manusia akan memiliki power guna menjalankan amalan yang penuh dengan kebajikan atau kebaikan. Suatu amalan yang menjadi prasyarat cintanya Allah kepada pelakunya. Diantata amalan kebajikan adalah menjalankan perintah salat, menunaikan zakat, infak sadekah, berbaik budi pada sesama. Memelihara alam lingkungan bahkan senesta.

Pelajaran yang bisa diambil ;
1. Dari takwa menjadi sarana hubung bahkan akan mendapat kebersamaan langsung dengan Allah SWT.
2. Dengan pribadi muhsin (baik) menentukan dalam mencetak amalan baik hingga Allah menjadi pendampingnya.

Doa
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَا عِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِ سْمٰعِيْلُ ۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا  ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” QS. Al-Baqarah 2: Ayat 127.

 

Tinggalkan Balasan

Search