Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur menggelar Pengajian Khusus di Masjid Ad Dakwah, Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jalan KH. Siradj Salman, Samarinda, Rabu (26/8/2026).
Pengajian yang dilaksanakan setelah salat Ashar tersebut menghadirkan Ustadz Ir. H. Kusnadi Ikhwani, MM dari LPCR&PM PP Muhammadiyah sebagai pemateri.
Kegiatan ini diikuti oleh jamaah Masjid Ad Dakwah dan unsur pimpinan Muhammadiyah Kalimantan Timur.
Hadir pula Ketua PWM Kalimantan Timur, KH. Drs. Muhammad Jafron, M.Si, yang dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus memberikan gambaran tentang perkembangan dan pengelolaan masjid-masjid Muhammadiyah di Kalimantan Timur.
KH. Muhammad Jafron menyampaikan, Masjid Ad Dakwah memiliki posisi strategis sebagai bagian dari Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Timur. Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena Masjid Ad Dakwah telah ditetapkan oleh LPCR&PM PP Muhammadiyah sebagai Masjid Unggulan tingkat wilayah.
Menurutnya, penetapan tersebut merupakan sebuah amanah sekaligus tantangan bagi seluruh pengurus dan jamaah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan masjid, baik dalam aspek ibadah, dakwah, pendidikan, pelayanan sosial maupun pemberdayaan umat.
Dalam pemaparannya, Ustadz Kusnadi menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan masjid di era kekinian. Salah satu strategi penting yang harus dilakukan adalah memberikan ruang yang lebih besar kepada generasi muda untuk terlibat aktif dalam kepengurusan dan pengembangan masjid.
Ia menawarkan komposisi pengelolaan masjid yang didominasi oleh generasi muda, yakni 70 persen pengurus berusia di bawah 30 tahun dan 30 persen berusia di atas 30 tahun. Menurutnya, generasi yang lebih senior tetap memiliki peran penting sebagai pembimbing, pengarah dan pemberi pengalaman, sementara energi, kreativitas dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman dapat diperkuat oleh generasi muda.
“Masjid harus menjadi ruang yang hidup bagi anak-anak muda. Karena itu, pengelolaannya juga harus memberi kesempatan yang luas kepada mereka untuk mengambil peran,” menjadi salah satu semangat yang disampaikan dalam pengajian tersebut.
Lebih lanjut, Ustadz Kusnadi menguraikan sejumlah strategi dalam membangun dan mengelola masjid unggulan.
Pertama, melakukan akselerasi progres masjid unggulan. Masjid tidak cukup hanya menjalankan kegiatan rutin, tetapi harus memiliki arah pengembangan yang jelas, target yang terukur dan langkah nyata untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah dan masyarakat.
Kedua, mengurus masjid akan memperoleh keberkahan. Mengurus dan memakmurkan masjid bukan sekadar aktivitas organisasi atau pekerjaan sosial, tetapi merupakan bagian dari ibadah. Orang-orang yang ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk memakmurkan masjid, insya Allah akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt.
Ketiga, pembinaan harus diawali dari masjid. Ustadz Kusnadi menekankan bahwa para pemimpin, pengusaha, politisi dan berbagai kalangan profesional lainnya idealnya memiliki kedekatan dan pembinaan yang kuat dari masjid.
Sebab, menurutnya, seseorang yang terbiasa dibina dalam kehidupan masjid akan memiliki fondasi karakter yang lebih kuat. Nilai kedisiplinan, kejujuran, amanah, kepedulian sosial, kebersamaan dan tanggung jawab merupakan nilai-nilai yang dapat tumbuh melalui kehidupan berjamaah.
“Awali dari masjid. Para pemimpin, pengusaha, politikus dan profesional lainnya, jika sejak awal terbina di masjid, insya Allah karakternya akan sangat bagus,” pesannya.
Keempat, menerapkan prinsip ATM, yaitu Amati, Tiru, Modifikasi dan Eksekusi. Prinsip ini mengajarkan agar para pengelola masjid tidak hanya berhenti pada kegiatan studi banding atau mengagumi keberhasilan masjid lain. Hal-hal baik yang telah dilakukan oleh masjid lain harus diamati, dipelajari, kemudian disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sebelum akhirnya dilaksanakan.
Namun, menurutnya, dari seluruh proses tersebut, langkah yang paling menentukan adalah eksekusi.
“Jangan nanti-nanti. Mulai dari yang bisa dilakukan dan segera dieksekusi,” tegasnya.
