Pengelolaan Masjid Era Kekinian Harus Melibatkan Generasi Muda dan Menguatkan Media Sosial

Pengelolaan Masjid Era Kekinian Harus Melibatkan Generasi Muda dan Menguatkan Media Sosial
www.majelistabligh.id -

Kelima, memperkuat pengelolaan media sosial masjid. Di era digital saat ini, media sosial memiliki pengaruh yang luar biasa dalam membentuk opini, menyebarkan informasi dan menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda.
Karena itu, pengelolaan media sosial harus menjadi perhatian serius bagi setiap masjid. Media sosial bukan hanya digunakan untuk mengumumkan jadwal kegiatan, tetapi harus dikelola secara kreatif, profesional dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi dakwah.

Melalui media sosial, berbagai kegiatan masjid dapat diketahui oleh masyarakat secara lebih luas. Pesan-pesan keislaman, kajian, program sosial, kegiatan pendidikan dan berbagai aktivitas positif masjid dapat disebarluaskan dengan cepat dan menjangkau masyarakat lintas usia dan wilayah.

Penguatan media sosial juga menjadi salah satu alasan penting mengapa generasi muda perlu dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan masjid. Mereka memiliki kemampuan, kreativitas dan kedekatan yang lebih besar dengan perkembangan teknologi digital. Potensi tersebut harus diberikan ruang dan diarahkan untuk kepentingan dakwah dan kemajuan masjid.

Selain menyampaikan berbagai strategi pengelolaan masjid di era kekinian, Ustadz Kusnadi juga memberikan tantangan khusus kepada pengelola Masjid Ad Dakwah Samarinda.

Ia mendorong agar Masjid Ad Dakwah yang telah ditetapkan sebagai Masjid Unggulan tingkat wilayah dapat mengambil peran lebih besar dalam pengembangan sumber daya manusia pengelola masjid melalui penyelenggaraan Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3).

Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu kunci penting dalam membangun masjid yang hidup, maju dan mampu memberikan solusi bagi persoalan umat. Marbot tidak lagi hanya dipahami sebatas penjaga kebersihan atau petugas teknis masjid, tetapi harus disiapkan menjadi bagian penting dari ekosistem pengelolaan masjid yang profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Kusnadi menguatkan jargon Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3):
“Dari masjid kita bangkit, apapun masalahnya, masjid solusinya.”

Jargon tersebut menjadi semangat untuk mengembalikan posisi masjid sebagai pusat kebangkitan umat. Masjid harus mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan, baik persoalan keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi maupun pembinaan generasi muda.

Tantangan tersebut menjadi catatan penting bagi pengurus Masjid Ad Dakwah dan PWM Kalimantan Timur. Dengan statusnya sebagai Masjid Unggulan tingkat wilayah, Masjid Ad Dakwah diharapkan tidak hanya unggul dalam penyelenggaraan kegiatan ibadah dan dakwah, tetapi juga mampu melahirkan berbagai program inovatif dalam penguatan kapasitas pengelola dan kader-kader masjid.

Melalui penyelenggaraan Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah, Masjid Ad Dakwah diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pembinaan pengelola masjid Muhammadiyah, khususnya di Kalimantan Timur. Dari sana diharapkan lahir marbot dan aktivis masjid yang memiliki semangat pelayanan, kemampuan manajerial, kepemimpinan, kecakapan digital serta komitmen untuk menjadikan masjid sebagai pusat solusi bagi umat dan masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Search