Ratusan dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) dari berbagai fakultas memadati Ruang B.14 kampus setempat pada Rabu (11/9), pagi. Kehadiran civitas akademika tersebut bertujuan untuk mengikuti agenda Pengajian Rutin yang pada kesempatan tersebut membedah Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH). Langkah penguatan ideologi ini menjadi pijakan vital kampus dalam meneguhkan komitmen pelayanan pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam.
Diawali dengan tilawah Al-Qur’an bersama-sama, acara yang berlangsung khidmat mulai pukul 08.00 WIB tersebut menghadirkan penceramah Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten Dalam pemaparannya, beliau mengulas sejarah pembentukan MKCH yang berakar dari Muktamar ke-37 tahun 1968 di Yogyakarta dengan semangat tajdid atau pembaharuan. Rumusan ini kemudian diputuskan pada Tanwir Ponorogo tahun 1969 hingga disempurnakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tahun 1970.
Ustadz Agus Krisnadi menekankan bahwa lima poin dalam MKCH terbagi menjadi tiga kelompok utama, yakni aspek ideologis, paham agama, serta fungsi dan misi Muhammadiyah dalam berbangsa.
“Muhammadiyah adalah gerakan berasas Islam yang bercita-cita mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya untuk melaksanakan fungsi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi,” tegasnya di hadapan para peserta.
Selain itu, pengajian ini juga menguraikan landasan pengamalan ajaran Islam yang berakar pada Al-Qur’an dan Sunnah Sahih melalui metode ijtihad jama’i. Penerapannya mencakup empat bidang vital, yaitu pemurnian akidah, penegakan akhlak mulia, ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, serta muamalah duniawiyah.
Tak hanya fokus pada penguatan internal, civitas akademika UMKLA diajak untuk memperluas kontribusi sosial bagi masyarakat dan negara. Muhammadiyah berkomitmen mengajak seluruh elemen bangsa bergotong royong memanfaatkan potensi tanah air Indonesia yang berfilsafat Pancasila guna mewujudkan tatanan negara yang adil, makmur, dan diridhai Allah SWT (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).
Melalui Pengajian Rutin UMKLA, pemahaman tentang MKCHM kembali diteguhkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ideologi Muhammadiyah. Dari ruang pendidikan, nilai-nilai tersebut diharapkan terus tumbuh menjadi semangat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi umat, masyarakat, dan bangsa. (ahmas nasri)
