Peringatan Maulid di SMPN 16 Surabaya: Kyai Choirur Roziqin Ajak Siswa Sembuhkan “KUDIS, KURAP, dan KUTIL”

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1448 H. di SMPN 16 Surabaya. (ist)
www.majelistabligh.id -

Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Aula SMP Negeri 16 Surabaya, Senin (24/8/2026). Seluruh jajaran guru, staf, dan ratusan siswa berkumpul bersama memeringati Maulid Nabi Muhammad saw 1448 H.

Kepala SMPN 16 Surabaya, Bunda Fadjarijah Nurulita, M.Pd., mengawali kegiatan dengan pesan mendalam mengenai hakekat meneladani Rasulullah saw di era modern.

“Wujud kecintaan kita kepada Nabi saw adalah dengan senantiasa menjalankan sunnah-sunnah beliau serta menjadi generasi yang taat dan patuh kepada Allah Swt,” tegasnya membakar semangat para peserta didik.

Puncak acara diisi oleh Kasi Kemenag Kota Surabaya, Kyai Dr. H. Choirur Roziqin, S.Ag., M.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak para siswa mengaplikasikan ajaran Rasulullah saw dalam kehidupan sehari-hari. Suasana makin hidup ketika beliau menyelipkan akronim jenaka namun sarat makna tentang tiga “penyakit mental” yang harus disembuhkan oleh generasi muda, yakni  KUDIS, KURAP, dan KUTIL.

Tiga akronim tersebut diurai ke dalam konteks karakter peserta didik sehari-hari:

  • KUDIS (Kurang Disiplin): Sikap meremehkan waktu dan aturan, seperti datang terlambat, menunda tugas sekolah, hingga mengulur waktu salat. Obatnya adalah membangun manajemen waktu yang disiplin dan membiasakan hidup teratur.
  • KURAP (Kurang Rapi): Sikap acuh terhadap kebersihan dan estetika. Hal ini terlihat dari cara berpakaian yang tidak rapi, meja belajar berantakan, serta tutur kata yang tidak tertata. Mengobatinya membutuhkan kesadaran bahwa kebersihan adalah bagian dari iman (Annadhofatu minal iman).
  • KUTIL (Kurang Teliti): Kebiasaan terburu-buru dan ceroboh. Di sekolah, sikap ini tampak saat siswa tergesa-gesa menyelesaikan ujian tanpa memeriksa kembali jawaban, atau mudah mempercayai dan menyebarkan berita tanpa tabayyun (konfirmasi). Obatnya adalah meneladani sifat fathanah (cerdas dan cermat) dalam setiap tindakan.

Gelak tawa dan tepuk tangan peserta menyertai penjelasan segar tersebut. Melalui momentum peringatan Maulid Nabi ini, keluarga besar SMP Negeri 16 Surabaya berharap para siswa tidak sekadar merayakannya secara seremonial, tetapi mampu mengikis “KUDIS, KURAP, dan KUTIL” demi mencetak generasi unggul yang berakhlakul karimah. || denpeyi

 

Tinggalkan Balasan

Search