Perkuat Sektor Kesehatan, PP Muhammadiyah Gandeng Raksasa Healthcare Jepang

Haedar Nahsir bersama President of Kaikoukai Healthcare Corporation, Tetsuya Yamada. (ist)
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan institusi layanan kesehatan terkemuka asal Jepang, Kaikoukai Healthcare Corporation. Kolaborasi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dan President of Kaikoukai Healthcare Corporation, Tetsuya Yamada, di Aula Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026).

Kemitraan ini mencakup empat pilar utama yang dibawa oleh Kaikoukai, yaitu pengembangan layanan hemodialisis (cuci darah), pengelolaan rumah sakit, penyediaan layanan bagi lanjut usia (lansia), serta program internasional.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa empat pilar tersebut sejalan dengan visi transformasi kesehatan Muhammadiyah. Menurutnya, sinergi ini sebagai langkah progresif untuk membangun institusi kesehatan yang berkemajuan.

“Kerja sama ini akan memberikan manfaat bagi program-program strategis Muhammadiyah dalam membangun kesehatan bangsa. Tanpa langkah yang progresif, kita tidak akan memiliki institusi kesehatan yang maju,” ujar Haedar.

Haedar menilai Jepang sebagai mitra strategis yang dekat dengan Indonesia, baik secara historis maupun budaya. Karakter masyarakat Jepang yang disiplin dan ramah dinilai memiliki kecocokan dengan nilai-nilai di Indonesia, sehingga menjadi modal kuat untuk kolaborasi jangka panjang.

Sementara itu, President of Kaikoukai Healthcare Corporation, Tetsuya Yamada, mengungkapkan bahwa layanan hemodialisis merupakan salah satu keunggulan utama korporasinya. Terapi penanganan komplikasi diabetes di Kaikoukai mencatat tingkat kelangsungan hidup pasien di atas lima tahun mencapai lebih dari 70 persen—salah satu yang tertinggi di Jepang. Saat ini, Kaikoukai mengelola empat rumah sakit besar di Nagoya dan Tokyo.

Selain teknologi medis, Yamada juga menyoroti peluang kolaborasi ketenagakerjaan di tengah fenomena aging society (penuaan penduduk) yang dihadapi Jepang saat ini.

“Sebagian besar caregiver (pendamping lansia) yang bekerja bersama kami berasal dari Indonesia. Karena itu, kami berharap semakin banyak lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah yang dapat berkarier di Jepang,” tutur Yamada.

Ia berharap kesepakatan ini dapat berjalan berkelanjutan. “Empat pilar ini menjadi dasar kerja sama kita, sekaligus jembatan untuk semakin mempererat hubungan Indonesia dan Jepang,” pungkasnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search