Peserta Kemah Jambore Hizbul Wathan (HW) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya melaksanakan salat istisqa di Bumi Perkemahan Agro Mulia, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026). Salat digelar setelah salat Zuhur berjemaah pada hari kedua perkemahan untuk memohon hujan di tengah kemarau panjang.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 560 siswa SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya, 28 kepala sekolah, 56 pendamping tenda, dan 35 personel Kwartir Daerah (Kwarda). Pelaksanaan salat istisqa merupakan tindak lanjut instruksi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur terkait kemarau panjang, kebakaran hutan, dan kekeringan yang menyebabkan kesulitan air di sejumlah daerah.

Salat dipimpin dua pengurus Majelis Tabligh PWM Jawa Timur. Ustaz Irwan, M.Pd.I. yang juga Sekretaris Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya, bertindak sebagai imam. Sedangkan khotbah disampaikan Ustaz Munahar, M.Pd., Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Timur.
Imam membaca Surah Qaf ayat 1–9. Para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan khusyuk. Mereka juga diajak memahami pentingnya memadukan ikhtiar, doa, kesabaran, dan tawakal dalam menghadapi persoalan kehidupan.
Dalam khotbahnya, Munahar menjelaskan salat istisqa sebagai bentuk ketundukan dan permohonan pertolongan kepada Allah Swt. Jemaah diajak memahami kesulitan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan kekeringan.
Kondisi panas selama perkemahan disebut belum sebanding dengan penderitaan warga yang menghadapi kemarau panjang dan kebakaran hutan. Api yang menjalar hingga lapisan bawah tanah dapat meninggalkan bara dan memicu kebakaran kembali. Penanganan kondisi tersebut memerlukan kerja sama dan kepedulian berbagai pihak.
Jemaah diingatkan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui doa ketika belum mampu terlibat langsung dalam penanganan bencana. Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan memperbanyak istigfar dan membaca doa memohon hujan, “Allahumma aghitsna” sebanyak tiga kali, yang berarti “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”
Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran spiritual dan kepedulian peserta terhadap masyarakat serta lingkungan. Mereka berdoa agar hujan turun, kekeringan teratasi, kebakaran hutan dapat dipadamkan, dan masyarakat terdampak mendapat perlindungan. || Mursiah
