PHIWM Jadi Panduan Praktis Hidup Warga Muhammadiyah

www.majelistabligh.id -

Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Talqis Nurdianto, mengajak warga persyarikatan untuk menjadikan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) sebagai kompas dalam kehidupan sehari-hari.

Dokumen ini hadir untuk memudahkan umat mengimplementasikan ajaran Al-Qur’an dan Sunah secara sistematis di berbagai aspek kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Talqis saat mengisi pengajian di Masjid KH Sudja, Yogyakarta. Kajian ini menjadi pertemuan perdana yang mengulas isi PHIWM secara bertahap.

Talqis menegaskan bahwa PHIWM bukanlah sumber ajaran baru yang menggantikan Al-Qur’an dan Sunah. Sebaliknya, pedoman ini merupakan penjabaran tematik yang dirumuskan dari pemikiran resmi organisasi, seperti Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), Mukadimah Anggaran Dasar, Matan Kepribadian, serta Khittah Perjuangan Muhammadiyah.

“PHIWM disusun secara tematik untuk memudahkan kita mengimplementasikan ajaran Al-Qur’an dan hadis. Ini adalah panduan praktis dalam berperilaku sebagai warga Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, karena pedoman ini disusun oleh manusia yang tidak luput dari salah, warga Muhammadiyah hendaknya mengedepankan tabayun dan dialog ilmiah jika menemukan pemahaman yang kurang tepat, bukan langsung mengkritiknya di media sosial.

Lintas Generasi dan Berbagai Aspek Kehidupan

Kebutuhan akan PHIWM bermula dari amanat Tanwir Muhammadiyah di Jakarta pada 1992. Meski telah dirumuskan puluhan tahun silam, pedoman ini dinilai tetap relevan menghadapi dinamika zaman.

“Generasi boleh berganti, mulai dari milenial, Gen Z, hingga Alpha. Namun, selama acuannya adalah Al-Qur’an dan Sunah, pedoman ini akan selalu relevan,” kata Talqis.

PHIWM mencakup panduan yang sangat luas, mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat, berorganisasi, mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), berbisnis, berprofesi, berbangsa, melestarikan lingkungan, mengembangkan iptek, hingga menyikapi seni dan budaya. Hal ini membuktikan bahwa Islam tidak hanya mengatur ibadah ritual, tetapi juga memberikan arah dalam kehidupan sosial dan profesional.

Dalam kajiannya, Talqis menguraikan empat tahapan pembentukan kepribadian seorang muslim berdasarkan PHIWM, yaitu:

  1. Muslim: Memulai keislaman dengan syahadat yang diwujudkan dalam perilaku, membebaskan diri dari pengkultusan, serta mengikuti sunah Nabi tanpa meremehkannya.
  2. Mukmin: Menyambut setiap perintah Allah dengan sikap sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami taat) tanpa tawar-menawar.
  3. Muhsin: Mencapai derajat ihsan, yaitu beribadah semata-mata karena Allah tanpa dipengaruhi pujian atau ketakutan terhadap penilaian manusia.
  4. Muttaqin: Pribadi yang senantiasa merasa diawasi Allah, bersungguh-sungguh menjalankan perintah-Nya, dan rajin bermuhasabah.

Semua tahapan tersebut bertumpu pada empat pilar kehidupan pribadi dalam PHIWM, yaitu akidah, akhlak, ibadah, dan muamalah duniawiyah.

Akhlak, Ibadah, dan Muamalah yang Proporsional

Di bidang akhlak, warga Muhammadiyah diajak meneladani sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Kejujuran dan keikhlasan harus menjadi karakter utama, sekaligus menjauhi sifat sombong, riya, konsumtif, hingga praktik korupsi dan kolusi.

Untuk aspek ibadah, Talqis mengingatkan pentingnya menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs) dan memprioritaskan amalan wajib sebelum mengejar yang sunah. “Jangan sampai rajin salat malam tetapi justru meninggalkan salat Subuh. Yang wajib harus menjadi prioritas,” imbuhnya.

Terakhir, dalam muamalah duniawiyah, setiap muslim mengemban amanah sebagai khalifah di bumi. Segala aktivitas ekonomi dan pengelolaan sumber daya harus dilakukan secara bertanggung jawab tanpa merusak lingkungan. Keputusan yang diambil pun harus memadukan pendekatan bayani (dalil), burhani (akal/fakta), dan irfani (kepekaan hati) agar melahirkan kebijakan yang bijaksana.

Talqis berharap bedah buku PHIWM ini dapat memperkokoh konsistensi berislam warga Muhammadiyah, sekaligus menjadi syiar bagi masyarakat luas untuk memahami panduan hidup yang diusung oleh persyarikatan. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search