Melihat istriku tersenyum saat aku pulang, dengan tubuh yang lelah dan pikiran yang penuh beban, membuatku sadar, bahwa rezeki itu bukan hanya tentang angka di rekening.
Bertemu istri di rumah adalah pulang yang selalu dirindukan. Ada nikmat yang jauh lebih besar daripada sekedar uang, yaitu ketenangan di rumah, sapaan lembut yang menyambut, dan doa yang diam-diam ia langitkan untukku.
Di wajahnya yang sederhana itu, aku menemukan alasan untuk terus kuat. Karena ternyata, bahagia itu bukan soal seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa tulus kita saling menjaga.
Dan senyumnya, adalah upah paling indah dari setiap lelah yang kuperjuangkan.
Barakallahu fiikum.
