Roissudin Pimpin ICMI Nganjuk, Terpilih Aklamasi

Roissudin Pimpin ICMI Nganjuk, Terpilih Aklamasi
www.majelistabligh.id -

Musyawarah Daerah (Musda) ICMI Kabupaten Nganjuk di Aula BAZNAS, Rabu (15/6/2026), menetapkan Muhammad Roissudin sebagai ketua periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dan dukungan penuh dari peserta Musda.

Roissudin yang juga Anggota Majelis Tabligh Muhammadiyah Jawa Timur dinilai memiliki kapasitas intelektual dan jaringan organisasi yang kuat. Dukungan peserta mengalir sejak awal sidang. Konsensus terbentuk cepat tanpa voting.

Dalam sambutannya Juwahir, Ketua Domisioner menegaskan arah organisasi ke depan. “ICMI harus menjadi suluh, penerang di era distrust,” tegasnya seraya menekankan peran cendekiawan harus hadir memberi solusi nyata.

Mantan Ketua KPUD Nganjuk juga menyoroti pendidikan sebagai sektor kunci dan solusi dari beragam persoalan. “Pendidikan jadi akar solusi peradaban, juga aspek utama menghadapi bonus demografi, ” ujarnya.

Ia mengakui capaian program belum maksimal, namun kerja keilmuan tetap berjalan di berbagai bidang.

Roissudin memimpin tim formatur bersama Juwahir, Dr. Nuhadi, Eko Hendratno, dan Faisal Anshori. Mereka ditugaskan menyusun kepengurusan baru. Struktur organisasi ditargetkan segera rampung dan operasional.

Dalam pernyataan perdananya, Mahasiswa Doktoral UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan arah gerak organisasi agar transformasi berjalan lebih produktif.

“ICMI harus hadir dengan inovasi dan kerja produktif, memperluas akses pendidikan, dan dakwah berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Nganjuk itu juga menegaskan pentingnya efektivitas kerja. “ICMI harus punya dampak langsung ke masyarakat bawah khususnya terkait kebutuhan akses layanan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan maraknya tindak kekerasan terhadap pelajar agar menjadi konsen para cendikiawan.  “Sekolah, kampus dan pesantren harus menjadi prioritas ruang aman untuk belajar, bebas kekerasan dan bullying,” pungkasnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search