Dunia ini hanyalah tempat mampir yang penuh dengan tipuan. Suka dan duka datang silih berganti tanpa kepastian. Jangan kau habiskan waktumu hanya untuk meratapi luka, karena setiap duri yang menusuk adalah penggugur dosa yang terbuka.
Teringat aku akan mutiara dalam kitab Risalatul Muawanah, karya monumental Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad:
“Ketahuilah, bahwa sabar atas yang kau benci itu mengandung kebaikan yang sangat besar, dan ketenangan itu datang bersama kesabaran.”
Biarlah hatimu tetap teguh meski ujian datang bertubi-tubi, bagaikan akar yang menghunjam kuat di tengah bumi yang sepi.
Karena sabar dalam kesunyian adalah doa.
Karena janji-Nya adalah nyata bagi mereka yang tak pernah menyerah, menemukan kedamaian sejati saat raga telah bersimpuh pasrah.
Barakallahu fiikum.
