Ada satu musuh yang kadang tidak kita sadari yang sering menghancurkan sebuah keluarga, persahabatan, bahkan perjuangan umat. Bukan karena kurang harta, bukan karena kurang ilmu, tetapi karena meraka mulai saling bertengkar.
Allah berfirman:
وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ
Artinya: Taatilah Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. (QS. Al-Anfal: 46)
Ayat ini bukan hanya untuk medan perang. Ayat ini juga tentang rumah kita, tentang hati kita, tentang kehidupan kita
Betapa banyak keluarga yang dahulu penuh tawa, akhirnya hancur karena ego yang tak mau mengalah.
Betapa banyak persahabatan yang bertahun-tahun terjalin, putus hanya karena karena perselisihan (ego ) yang dibiarkan membesar.
Betapa banyak perjuangan dakwah melemah, bukan karena musuh terlalu kuat, tetapi karena sesama pejuang sibuk saling menjatuhkan.
Ego sebagai Penyebab Retaknya Ikatan
Betapa banyak ikatan yang dulunya kokoh, akhirnya runtuh bukan karena kekurangan cinta atau lemahnya komitmen, melainkan karena ego yang enggan mengalah.
– Dalam keluarga: rumah yang dahulu penuh tawa berubah menjadi ladang pertengkaran. Ego membuat suami dan istri saling menuntut, orang tua dan anak saling merasa benar, hingga kasih sayang terkikis oleh gengsi.
– Dalam persahabatan: hubungan yang dibangun bertahun-tahun bisa hancur hanya karena satu perselisihan kecil yang dibiarkan membesar. Ego menutup pintu maaf, padahal sedikit kerendahan hati bisa menyelamatkan ikatan.
– Dalam perjuangan dakwah: musuh bukanlah yang paling berbahaya, melainkan sesama pejuang yang sibuk saling menjatuhkan. Ego membuat ukhuwah melemah, sehingga dakwah kehilangan kekuatan dari dalam.
Setan tahu, ia tidak selalu harus membuat manusia kafir. Tapi cukup membuat hati mereka saling membenci, saling mencurigai, lalu mereka akan melemah dengan sendirinya
Pelajaran yang bisa kita renungkan:
– Ego adalah api kecil yang bila dibiarkan akan membakar seluruh rumah.
– Mengalah bukan berarti kalah, tetapi menjaga agar cinta, persahabatan, dan perjuangan tetap hidup.
– Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi yang mampu menahan diri ketika marah dan menundukkan ego.
Semoga Allah menjaga hati kita dari perpecahan, melembutkan hati kita, melembutkan lisan kita, dan menyatukan hati kaum muslimin dalam kebenaran.
Karena ketika persatuan hilang, kekuatan pun perlahan menghilang. Dan ketika hati bersatu karena Allah, pertolonganya akan semakin dekat.
Ego adalah api kecil yang bila dibiarkan akan membakar seluruh rumah. Mengalah bukan berarti kalah, tetapi menjaga agar cinta, persahabatan, dan perjuangan tetap hidup.
Marilah kita belajar menundukkan ego, memperbanyak istighfar, dan mengedepankan ukhuwah. Karena dakwah akan kuat bila kita bersatu, keluarga akan bahagia bila kita saling mengalah, dan persahabatan akan langgeng bila kita saling memaafkan. (*)
