Scroll Boleh, Asal Tetap Tabayyun!

Scroll Boleh, Asal Tetap Tabayyun!
*) Oleh : Fathan Faris Saputro, M.Pd.
Koordinator Divisi Pustaka dan Informasi MPID PDM Lamongan.
www.majelistabligh.id -

Allah Swt. tidak hanya memerintahkan tabayyun, tetapi juga melarang berbagai penyakit hati yang berkaitan dengan penyebaran informasi. Dalam Surah Al-Hujurat ayat 12, Allah melarang prasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, dan menggunjing sesama muslim. Ketiga perbuatan tersebut sering kali bermula dari informasi yang belum jelas kebenarannya. Ketika seseorang mengabaikan tabayyun, pintu menuju berbagai dosa lain akan terbuka lebar.

Ghibah merupakan salah satu dosa yang paling mudah dilakukan melalui media sosial. Seseorang cukup menuliskan komentar negatif atau membagikan kabar buruk tentang orang lain agar dosa tersebut tersebar kepada banyak orang. Bahkan, sekali unggahan dapat terus dibaca dan dibagikan selama bertahun-tahun. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dosa digital bisa berlangsung jauh lebih lama dibandingkan percakapan biasa.

Fitnah memiliki dampak yang lebih besar daripada sekadar menyampaikan informasi yang salah. Fitnah dapat merusak nama baik seseorang, menghancurkan keharmonisan keluarga, memutus persahabatan, bahkan memecah belah persatuan umat. Banyak konflik di masyarakat bermula dari berita yang belum pernah diklarifikasi kepada pihak yang bersangkutan. Oleh sebab itu, Islam sangat menekankan pentingnya memastikan kebenaran sebelum menyampaikan suatu informasi kepada orang lain.

Kebiasaan menyebarkan informasi tanpa tabayyun juga menunjukkan lemahnya pengendalian diri. Seseorang merasa puas ketika menjadi yang pertama membagikan berita, padahal belum tentu berita tersebut benar. Dalam pandangan Islam, sikap tergesa-gesa termasuk sifat yang dapat membuka jalan menuju kesalahan. Sebaliknya, kehati-hatian merupakan salah satu ciri orang yang berakal dan bertakwa.

Dalam kehidupan digital, tombol bagikan, teruskan, atau unggah ulang seharusnya diperlakukan sebagaimana seseorang menjaga lisannya. Sebelum menekan tombol tersebut, hendaknya seseorang bertanya kepada dirinya sendiri apakah informasi ini benar, bermanfaat, dan tidak menzalimi orang lain. Apabila masih terdapat keraguan, maka menahan diri jauh lebih utama daripada ikut menyebarkannya. Sikap tersebut merupakan bentuk nyata pengamalan tabayyun dalam kehidupan sehari-hari. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search