SD Muhammadiyah 1 Turi (Musari) Lamongan menghadirkan pembelajaran yang bermakna sejak awal tahun ajaran baru. Di bawah bimbingan Wali Kelas 5, Moch. Muzaki, peserta didik tidak langsung dibebani materi akademik. Sebaliknya, mereka terlebih dahulu dibekali keterampilan dasar yang menjadi fondasi dalam proses belajar, yakni keterampilan mengamati.
Bagi siswa Kelas 5 SD Muhammadiyah 1 Turi, kemampuan mengamati merupakan bekal penting yang harus ditanamkan sejak dini. Pasalnya, setiap ilmu pengetahuan, informasi, data, hingga berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari berawal dari proses pengamatan.
“Anak yang terbiasa mengamati akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih teliti, kritis, memiliki rasa ingin tahu tinggi, serta mampu memahami berbagai peristiwa di sekitarnya,” ujar Moch. Muzaki.
Menurutnya, belajar bukan hanya menghafal, tetapi dimulai dari kemampuan mengamati. Dari pengamatan lahir rasa ingin tahu, dari rasa ingin tahu lahir ilmu pengetahuan.
Dalam pembelajaran tersebut, siswa dikenalkan bahwa pengamatan dilakukan melalui lima pancaindra, yaitu mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium, lidah untuk mengecap rasa, dan kulit untuk merasakan sentuhan. Melalui kelima indra itu, mereka belajar memperoleh informasi secara langsung dari lingkungan sekitar.
Agar pembelajaran lebih kontekstual, kegiatan dilakukan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap siswa diminta membawa sebuah benda dari rumah untuk diamati bersama di kelas. Selanjutnya, mereka belajar mengenali karakteristik benda, membandingkan, mengelompokkan, hingga menyampaikan hasil pengamatannya menggunakan bahasa sendiri.
Pembelajaran juga dilanjutkan dengan tugas di rumah. Siswa diminta mengamati proses mencuci piring secara runtut, mulai dari menyiapkan peralatan, membersihkan sisa makanan, memberi sabun, menggosok, membilas, hingga mengeringkan piring. Setelah itu, mereka menuliskan setiap tahapan sesuai hasil pengamatan yang dilakukan.
Melalui kegiatan sederhana tersebut, siswa dilatih memahami konsep urutan dan hubungan sebab-akibat, sekaligus mengasah ketelitian, kemampuan menulis, serta membangun kebiasaan berpikir ilmiah. Tanpa disadari, mereka juga sedang mengembangkan keterampilan proses, seperti mengamati, mengklasifikasi, menafsirkan, dan mengomunikasikan informasi.
Melalui pembiasaan ini, SD Muhammadiyah 1 Turi berharap peserta didik tidak hanya menjadi anak yang mampu menerima informasi, tetapi juga mampu mencari, menemukan, dan memahami pengetahuan melalui pengamatan yang baik. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang kritis, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*/tim)
