Konsolidasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan di Rumah Aspirasi HNW, Pasar Minggu, Sabtu (15/8/2026), menjadi momentum penguatan organisasi dengan kehadiran sejumlah tokoh penting nasional.
Selain dihadiri oleh tokoh-tokoh sentral PDM, agenda strategis ini juga dihadiri oleh Hajriyanto Y. Thohari, Pimpinan 13 Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode lalu. Kehadiran mantan pimpinan teras PP Muhammadiyah sekaligus mantan Wakil Ketua MPR RI ini menegaskan pentingnya posisi ranting dalam konstelasi gerakan persyarikatan.
Hajriyanto yang kini menjabat sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pejaten Barat merupakan sosok utama yang menginisiasi berdirinya ranting di wilayah tersebut.
Langkah Hajriyanto turun gunung memimpin ranting menjadi teladan nyata bahwa pengabdian di Muhammadiyah tidak dibatasi oleh tingkatan struktural, sekaligus membuktikan bahwa lini akar rumput merupakan fondasi utama organisasi.
Gerakan Akar Rumput dan Inisiasi Ranting Baru
Ketua PDM Jakarta Selatan, Dr. H. Edy Sukardi, menegaskan bahwa kehadiran tokoh-tokoh senior di tingkat ranting menjadi suntikan energi besar bagi persyarikatan.
Menurutnya, ranting adalah ujung tombak yang memegang peranan krusial dalam menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Ranting tidak boleh hanya menjalankan fungsi administratif semata, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat pelayanan umat yang aktif, progresif, dan mampu merespons problematika sosial di lingkungannya,” ujar Edy.
Semangat pengembangan ranting ini juga terlihat dari hadirnya Profesor Zulfahmi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Akademisi ini hadir membawa misi ekspansi gerakan dengan menginisiasi berdirinya calon PRM Lenteng Agung, yang dipersiapkan menjadi basis baru Muhammadiyah di Jakarta Selatan.
Penasihat PDM Jakarta Selatan yang juga tokoh nasional, Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid (HNW), dalam arahannya kembali mengingatkan bahwa kekuatan sejati Muhammadiyah berada pada kesolidan jamaah di tingkat terbawah.
“Penting menempatkan ranting sebagai basis utama gerakan Muhammadiyah. Pembinaan kapasitas dan penguatan struktur di tingkat akar rumput menjadi agenda yang harus diprioritaskan secara berkelanjutan agar organisasi tetap relevan dan berdaya saing,” kata Hidayat.
Dalam konsolidasi bertajuk “Penguatan Ranting-Ranting sebagai Basis Gerakan” ini, Hidayat juga mengajak seluruh kader memaksimalkan potensi wilayah.
Salah satunya melalui gagasan pembangunan Masjid Ahmad Dahlan di Jakarta Selatan yang akan difungsikan sebagai pusat peradaban dan sentra kegiatan umat.
Agenda yang difasilitasi oleh Wakil Ketua PDM Jaksel Muhammad Iqbal dan Sekretaris Muamar Khadafi ini diikuti oleh dua orang utusan dari masing-masing ranting se-Jakarta Selatan. Perwakilan yang hadir meliputi jajaran PRM dari PCM Cilandak, PCM Pancoran, Radio Dalam, Gunung, Haji Aom, Pondok Indah, Tebet Pelita, Pejaten Barat, serta calon PRM Lenteng Agung dan Petogogan. (*/tim)
