Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bekasi Raya mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya memperkuat bisnis di tingkat lokal, tetapi juga mulai membangun strategi untuk menembus pasar global melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan kolaborasi.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sharing Bisnis SUMU Bekasi Raya bertajuk “Menguatkan Jejaring Lokal, Mengakselerasi Pasar Global” yang digelar di Sambal Wiwitan Grand Wisata, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (25/8/26).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah praktisi dan tokoh yang memiliki pengalaman di bidang pengembangan usaha, UMKM, kemitraan strategis, hingga konstruksi. Mereka adalah Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim, Ketua LP UMKM PDM Kabupaten Bekasi, M. Fachruddin, ST, Direktur Strategic Partnership Rayspeed Asia, Ricky Rizky, serta Direktur Utama Shaqueena Construction, Khotibul Umam, S.Pd., M.M.
Dalam pemaparannya, Sekjend SUMU, Ghufron Mustaqim, menekankan pentingnya membangun ekosistem usaha yang tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, kekuatan pelaku usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengembangkan produk, tetapi juga oleh kemampuan membangun jaringan dan menciptakan kolaborasi.
“Pelaku usaha harus mulai melihat jejaring bukan sekadar sebagai hubungan pertemanan, tetapi sebagai aset bisnis. Ketika pelaku usaha saling terhubung, peluang untuk berbagi pasar, pengetahuan, sumber daya, hingga membuka kerja sama baru akan semakin besar,” ujar Ghufron.
Ia menambahkan, SUMU memiliki peran strategis dalam mempertemukan para pelaku usaha dari berbagai sektor agar dapat saling menguatkan.
“Kita ingin SUMU menjadi rumah bersama bagi para pengusaha untuk tumbuh. Dari jejaring lokal inilah kita membangun kekuatan yang lebih besar, sehingga pelaku usaha tidak hanya kuat di daerahnya, tetapi memiliki keberanian dan kapasitas untuk masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar global,” katanya.
Sementara itu, Ketua LP UMKM PDM Kabupaten Bekasi M. Fachruddin, ST, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan UMKM saat ini bukan hanya bagaimana menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana membangun tata kelola usaha yang profesional.
“UMKM harus mulai naik kelas. Produk yang baik harus didukung dengan manajemen yang baik, pencatatan keuangan yang tertib, legalitas, penguatan merek, serta strategi pemasaran yang tepat. Tanpa fondasi tersebut, akan sulit bagi usaha untuk berkembang secara berkelanjutan,” ungkap Fachruddin.
Ia menilai jejaring yang dibangun melalui forum seperti Sharing Bisnis SUMU dapat menjadi sarana penting bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus menemukan mitra usaha.
“Kita berharap pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi mampu membangun produk yang memiliki daya saing lebih luas. Kolaborasi antarpelaku usaha menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan tersebut,” tambahnya.
Dari sisi kemitraan, Direktur Strategic Partnership Rayspeed Asia Ricky Rizky menekankan bahwa ekspansi bisnis membutuhkan strategi kolaborasi yang tepat. Menurutnya, pelaku usaha perlu memahami bahwa membangun bisnis berskala lebih besar tidak selalu harus dilakukan seorang diri.
“Ketika ingin masuk ke pasar yang lebih besar, kita membutuhkan partner yang tepat. Kemitraan strategis dapat mempercepat proses ekspansi karena masing-masing pihak membawa kekuatan, jaringan, pengalaman, dan sumber daya yang berbeda,” jelas Ricky.
Ia juga mendorong pelaku usaha untuk lebih terbuka terhadap peluang pasar digital dan internasional.
“Pasar hari ini sudah tidak lagi dibatasi oleh lokasi. Dengan teknologi digital, produk dari Bekasi pun memiliki peluang untuk dikenal di luar daerah bahkan luar negeri. Yang penting adalah kesiapan produknya, strategi masuk pasarnya, serta kemampuan membangun partnership,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama Shaqueena Construction Khotibul Umam, S.Pd., M.M., berbagi perspektif mengenai pentingnya konsistensi dan kemampuan mengeksekusi peluang dalam menjalankan bisnis.
Menurutnya, gagasan bisnis yang baik harus diterjemahkan menjadi langkah nyata agar memberikan hasil.
“Dalam bisnis, ide saja tidak cukup. Kita membutuhkan keberanian untuk mengeksekusi, kemampuan mengelola risiko, dan konsistensi dalam menjaga kualitas. Peluang akan menjadi hasil ketika kita mampu mengubahnya menjadi tindakan,” ujar Khotibul.
Ia juga menilai forum berbagi pengalaman antarpelaku usaha penting untuk memperkaya perspektif dan membuka peluang kolaborasi.
“Setiap pengusaha memiliki pengalaman dan tantangan yang berbeda. Ketika pengalaman tersebut dibagikan, kita bisa saling belajar dan menghindari kesalahan yang sama. Dari sinilah kolaborasi dapat tumbuh menjadi sesuatu yang lebih konkret,” katanya.
Kegiatan Sharing Bisnis SUMU Bekasi Raya tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai potensi usaha dalam satu ekosistem.
Semangat “Menguatkan Jejaring Lokal, Mengakselerasi Pasar Global” menjadi relevan di tengah perubahan lanskap bisnis yang semakin cepat. Pelaku usaha dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi, memahami kebutuhan konsumen, memperkuat merek, serta membangun kemitraan yang dapat memperluas akses pasar.(soleh)
