Semua Tercatat Rapi, Tidak Ada Yang Bisa Lari Dari Perbuatan Sendiri

Semua Tercatat Rapi, Tidak Ada Yang Bisa Lari Dari Perbuatan Sendiri
*) Oleh : M. Mahmud, M.Pd.I
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jatim.
www.majelistabligh.id -

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Muddassir: 38
كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌۙ
“Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan”,

Setiap hembusan napas, kata yang diucapkan, hingga niat yang terlintas dalam hati tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan Allah SWT. Di dunia, manusia mungkin bisa bersembunyi dari pandangan sesama, melarikan diri dari jerat hukum manusia, atau memoles citra diri agar terlihat tanpa cela. Namun, di hadapan Penguasa Semesta, seluruh rekam jejak kehidupan kita tersimpan secara sempurna tanpa ada yang terlewat.

Allah SWT secara tegas mengingatkan dalam Al-Qur’an:
وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَتَنَا مَالِ هٰذَا الْكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّآ اَحْصٰىهَاۚ وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًاۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا ࣖ
Diletakkanlah kitab (catatan amal pada setiap orang), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya. Mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar, kecuali mencatatnya.” Mereka mendapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun”. (QS. Al-Kahfi: 49)

Dua Malaikat yang Tak Pernah Lelah

Tanpa kita sadari, ada dua malaikat Raqib dan Atid yang senantiasa mendampingi. Mereka tidak pernah mengantuk, tidak bisa disuap, dan tak akan pernah lupa. Setiap kebaikan, sekecil tersenyum kepada saudara atau menyingkirkan duri dari jalan, dicatat sebagai pahala. Begitu pula sebaliknya, prasangka buruk, lisan yang menyakiti, serta kezaliman yang tersembunyi, semuanya terarsip secara presisi.

Saksi Hidup dari Diri Sendiri

Saat Hari Pembalasan tiba, bukan hanya catatan tertulis yang menjadi bukti. Anggota tubuh kita sendiri yang selama ini menjadi “alat” untuk berbuat akan angkat bicara. Mulut yang biasa bersilat lidah akan dikunci, sementara tangan, kaki, dan kulit akan bersaksi atas apa yang telah mereka lakukan (QS. Yasin: 65). Kita tidak bisa lari dari diri kita sendiri.
اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Pada hari ini Kami membungkam mulut mereka. Tangan merekalah yang berkata kepada Kami dan kaki merekalah yang akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan”.

Menjadikan Kesadaran sebagai Benteng Diri

Mengetahui bahwa seluruh perbuatan tercatat rapi bukanlah untuk membuat kita putus asa, melainkan sebagai peringatan agar kita lebih bijak dalam melangkah.

• Muhasabah Harian: Luangkan waktu sejenak sebelum tidur untuk mengevaluasi apa saja yang telah kita perbuat hari ini.

• Mumpung Pintu Taubat Terbuka: Catatan dosa bisa dihapus dan diganti dengan kebaikan melalui taubat yang sungguh-sungguh (taubatan nasuha) serta istigfar yang kontinyu.

• Perbanyak Amal Kebaikan: Tutupi keburukan masa lalu dengan memperbanyak perbuatan baik, karena kebaikan dapat menghapuskan kesalahpahaman dan dosa-dosa kecil.

Dunia ini hanyalah tempat menanam, sedangkan akhirat adalah tempat memetik hasil. Tidak ada tempat bersembunyi dari perbuatan sendiri, kecuali dengan berlari menuju ampunan Allah SWT. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search