Penulis Fathan Faris Saputro segera membuka prapesan buku terbarunya, ‘Stop Jadi Biasa Saja’, yang diterbitkan Penerbit Revormasi. Buku setebal 136 halaman itu mengajak pembaca untuk berani keluar dari zona nyaman, mengenali potensi diri, dan terus bertumbuh di tengah rutinitas kehidupan.
Faris yang juga Koordinator Divisi Pustaka dan Informasi Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan mengatakan, judul ‘Stop Jadi Biasa Saja’ berangkat dari kegelisahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurut dia, tidak sedikit orang menjalani rutinitas dari hari ke hari tanpa sempat bertanya apakah dirinya sedang berkembang atau sekadar mengulang kebiasaan yang sama.
“Pernahkah kita merasa hidup berjalan begitu-begitu saja? Bangun, beraktivitas, bekerja, belajar, bertemu banyak orang, kemudian pulang dan mengulanginya lagi keesokan hari,” kata Faris, Sabtu (29/8/2026).
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu titik berangkat Faris dalam menulis buku tersebut. Ia ingin mengajak pembaca berhenti sejenak dari rutinitas untuk melihat kembali perjalanan hidup yang telah dijalani sekaligus mempertanyakan arah pertumbuhan dirinya.
Bagi Faris, menjadi tidak biasa bukan berarti seseorang harus terkenal, hebat, atau selalu berada di atas orang lain. Menjadi tidak biasa justru dapat dimulai dari keberanian untuk terus bertumbuh, mencoba hal baru, berkarya, dan memberikan manfaat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
“Buku ini tidak lahir karena saya merasa sudah menjadi luar biasa. Justru sebaliknya. Buku ini lahir dari kegelisahan bahwa sering kali kita sendiri yang membatasi langkah, mengecilkan kemampuan, takut mencoba, takut gagal, bahkan terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain,” ujarnya.
Melalui buku tersebut, Faris berharap pembaca dapat menemukan ruang untuk berefleksi dan melihat kembali potensi yang selama ini mungkin belum dikembangkan. Buku ini juga ditujukan bagi mereka yang sedang mencari arah, berproses mengembangkan diri, atau membutuhkan keberanian untuk memulai sesuatu yang baru.
Faris menilai seseorang tidak perlu menunggu menjadi hebat untuk mulai melangkah. Perubahan, kata dia, dapat dimulai dari keberanian sederhana untuk percaya kepada diri sendiri dan berusaha memberikan sesuatu yang bermakna bagi lingkungan sekitar.
“Barangkali kita tidak perlu menunggu menjadi hebat untuk memulai. Kita hanya perlu berhenti meragukan diri sendiri dan mulai melangkah,” tuturnya.
Buku Stop Jadi Biasa Saja akan segera memasuki tahap prapesan. Kehadiran buku tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi pembaca bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berkembang, berkarya, dan memberikan warna melalui jalan yang dipilihnya masing-masing. (wahid)
