Tasmi’ Bil Ghaib: Cara SD Musix Surabaya Standarisasi Kualitas Hafalan Siswa

Para siswa sedang menunjukkan hafalan pada ustaz dan ustazah. (ist)
www.majelistabligh.id -

SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya terus menunjukkan komitmennya sebagai sekolah yang unggul dalam pendidikan Al-Qur’an. Sebagai pemegang predikat Sekolah Model Al-Qur’an dari Ummi Foundation, SD Musix menggelar ujian Tasmi’ Bil Ghaib, Sabtu (18/4/2026), sebagai bagian dari rangkaian menuju puncak kelulusan siswa.

Kegiatan ini merupakan tahap pra-munaqasah bagi para penghafal Al-Qur’an (Tahfidz) untuk memastikan kualitas hafalan mereka tetap terjaga (mutqin). Sebanyak 42 siswa terpilih mengikuti program ini dengan target hafalan yang bervariasi, mulai dari Juz 30, 29, 1, hingga Juz 2.

Uji Kelancaran dan Kualitas Bacaan

Koordinator Al-Qur’an SD Musix, Ustazah Faridatul Khasanah, menjelaskan bahwa metode Tasmi’ Bil Ghaib adalah proses di mana santri memperdengarkan seluruh hafalannya secara kontinu di hadapan penguji tanpa melihat mushaf.

“Tujuan utamanya adalah menjaga akurasi bacaan sesuai kaidah tajwid dasar Ummi serta memastikan kelancaran hafalan sebelum siswa melangkah ke tahap munaqasah,” kata Ustazah Farida.

Ia menambahkan bahwa dalam prosedur pelaksanaan, setiap anak harus melewati masa murojaah mandiri sebelum akhirnya melakukan setoran hafalan (talaqqi) satu juz utuh di depan guru.

Sistem pengujian dilakukan dengan rasio yang ketat, di mana 42 siswa diuji oleh 14 penguji ahli. Pelaksanaan dibagi ke dalam dua sesi: sesi pagi untuk siswa kelas 1-5 dan sesi siang khusus untuk siswa kelas 6.

Hafalan siswa didengarkan dan dicek langsung oleh ustad penguji.
Hafalan siswa didengarkan dan dicek langsung oleh ustad penguji.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Tahfidz SD Musix, Ustaz Suhaiyanto, S.Pd.I., menekankan bahwa standar penilaian dalam kegiatan ini dilakukan secara ketat. Menurutnya, aspek penilaian meliputi kelancaran hafalan tanpa jeda yang lama, ketepatan tajwid, hingga penggunaan irama. Hal ini menjadi catatan penting bagi siswa dan guru agar lebih tartil melalui evaluasi serta pemberian contoh secara langsung di tempat.

“Irama nada Ummi bukan sekadar estetika, melainkan membantu siswa dalam pengaturan napas dan menjaga konsistensi hukum bacaan seperti panjang-pendek dan dengung,” jelas Ustaz Suhaiyanto.

Menuju Khatmul Qur’an 2026

Rangkaian ujian ini telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya, meliputi ujian pra-munaqasah Turjuman (menerjemahkan ayat Al-Qur’an perkata) pada Kamis (16/4/2026), serta ujian Tartil pada 16-17 April 2026. Hasil dari Tasmi’ ini akan menjadi penentu kesiapan siswa mengikuti Munaqasah pada 14 Mei 2026 mendatang untuk bidang tahfiz.

Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya, Munahar, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian para siswa. Ia menegaskan bahwa seluruh proses ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan visi sekolah: Qur’anic & International Insight.

“Alhamdulillah, untuk menguatkan sekolah Qur’anic, pola pembelajaran terus kami tingkatkan. Jenjangnya mulai dari Tahsin, Tahfidz, Tarjim (Turjuman), hingga saat ini sudah mencapai KBQ (Kaidah Bahasa Al-Qur’an) yang setara dengan belajar Nahwu Sharaf,” tutur Munahar.

Munahar menambahkan bahwa prasyarat untuk mencapai tahap tersebut memang berat. Siswa harus memiliki bacaan yang bagus, hafalan yang kuat, serta kemampuan menerjemahkan Al-Qur’an secara harfiah.

“Semua ini dilakukan agar siswa kami tidak hanya unggul secara internasional, tetapi memiliki akar Qur’ani yang kuat sebagai karakter utama mereka,” pungkasnya.

Seluruh rangkaian proses akademik dan keagamaan ini direncanakan akan berpuncak pada kegiatan Khatmul Qur’an yang akan dilaksanakan pada 31 Mei 2026. Sebanyak 130 anak diproyeksikan akan mengikuti prosesi sakral tersebut sebagai tanda kelulusan mereka dalam program Al-Qur’an di SD Musix Surabaya. || Anisa Herwati

 

Tinggalkan Balasan

Search