Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Parigi 539 TNI AL yang mengangkut sejumlah bantuan logistik untuk korban gempa bumi di Flores NTT akhirnya bersandar di dermaga Pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka, Selasa (1/9/2026). Setelah melalui beberapa prosedur, maka kegiatan bongkar muat bantuan dari LAZISMU Jatim itu pun dilaksanakan. Karena banyaknya barang bantuan yang harus diturunkan dari kapal, maka kegiatan bongkar muat berjalan selama dua hari.
Aditio Yudono, Penata Laksana Urusan Bantuan Logistik untuk NTT LAZISMU Muhammadiyah Jawa Timur mengatakan bahwa bantuan tahap pertama ini diharapkan bisa segera didistribusikan begitu sampai di Maumere. Walaupun bukan bantuan yang bersifat mendesak, namun logistic tersebut sangat ditunggu oleh penyintas di berbagai titik kabupaten terdampak.
“Alhamdulillah bantuan logistik LAZISMU Jatim, yang merupakan donasi dari para donatur dan dermawan telah tiba di Maumere, salah satu kota Pelabuhan di pulau Flores, NTT. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI AL, khususnya Kodaeral V Surabaya yang telah memfasilitasi LAZISMU Jatim dalam pengiriman bantuan untuk penyintas gempa bumi ke NTT,” kata Aditio Yudono ketika memberikan pernyataan pers di Gedung Kemanusiaan LAZISMU Jatim, Jl Jawa no 5, Buduran, Sidoarjo, Jumat siang (4/9/26).
Sebelumnya, tepatnya pada 21 Agustus 2026 lalu, LAZISMU Jatim memberangkatkan bantuan logistik ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui TNI Angkatan Laut (AL). Barang logistik yang dikirim berupa ratusan family kit, makanan dalam kemasan RendangMu, Air minum dalam kemasan dan lainnya dengan berat sekitar 2 ton. Bantuan dari LAZISMU Jatim beserta bantuan dari berbagai badan, instansi dan lembaga lainnya dikirim dengan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Parigi 539 yang berangkat dari dermaga TNI AL Ujung Surabaya.
Adit menambahkan, bantuan tersebut sangat dinantikan oleh para penyintas atau warga terdampak bencana di Flores. Bantuan selanjutnya akan didistribusikan ke beberapa titik posyan yang ditangani oleh Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim atau yang lebih dikenal dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center).
“Sejumlah titik diantaranya di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada dan Nagekeo. Dari Pelabuhan Maumere barang dibawa ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada dan Nagekeo dengan armada truk sewa,” jelas Aditio.
Sebelumnya, lanjut Adit, untuk bantuan logistik utama seperti bahan makanan, sembako, dan lainnya dibeli oleh para Relawan MDMC di Flores NTT, khususnya di kota Labuhan Badjo dan beberapa kota kabupaten lainnya. Disamping itu ada yang dibawa oleh para relawan seperti terpal dan obat-obatan ketika mereka berangkat ke Flores dua pekan yang lalu.
“Perjalanan pengiriman bantuan dari Surabaya menuju ke Flores NTT tidak bisa berjalan dengan cepat, karena KRI Teluk Parigi harus berlayar ke Tanjung Priok terlebih dahulu untuk mengambil bantuan barang lainnya dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kecepatan kapal pun hanya sekitar 18 knot atau 35 km per jam. Itu belum termasuk kendala cuaca di laut. Sehingga kapal tiba di Maumere NTT memakan waktu perjalanan sekitar 10 hari,” ungkapnya.
Sementara itu Aris Nurhadi, salah satu Relawan MDMC Jatim yang bertugas di Flores NTT mengakui, faktor transportasi relawan dan distribusi bantuan ini menjadi hal yang perlu dicermati dan diberikan perhatian serius di kemudian hari.
“Kami, relawan Muhammadiyah Jatim di lapangan menghadapi kondisi kesulitan perihal transportasi di NTT. Hal itu di luar ekspektasi kami, dimana ketersediaan BBM terutama solar begitu langka dan sulit didapat. Ketika BBM tersedia di SPBU maka antrean kendaraan pun sangat panjang dan mengular. Harganya pun tergolong tinggi jika dibandingkan dengan di Jawa dan Sumatera,” kata Aris Nurhadi di Posyan Riung ketika dihubungi oleh tim media LAZISMU Jatim.
Aris bersyukur, bantuan logistik akhirnya tiba. Karena bantuan tersebut sangat dibutuhkan terutama penyintas di posyan dampingan MDMC Muhammadiyah Jatim di Riung dan Pota yang merupakan kawasan pelosok di Flores. Bantuan tersebut segera didistribusikan oleh relawan di lapangan.
“Selanjutnya pengadaan kebutuhan bahan pokok pangan untuk dapur umum bisa dibeli dan diperoleh di Flores agar tidak menambah biaya, karena kondisi harga-harga barang saat ini sudah mulai normal kembali, walaupun sempat melambung tinggi ketika awal-awal terjadi gempa bumi,” tambah Aris, yang merupakan Relawan lapangan senior MDMC Jatim.
Bantuan Tahap Kedua
Aditio Yudono menambahkan, bantuan tahap kedua dalam masa tanggap darurat ini dikirimkan melalui pengiriman Bersama anggota Forum Organisasi Zakat (FOZ) se-Jawa Timur. Pengiriman bantuan serentak anggota FOZ Jatim sebanyak 2 kontainer, dilakukan pada Jumat siang 4 September 2026 di depo CLC Meratus Line Tanjung Perak Surabaya. Sementara itu pada Jumat paginya telah dilakukan seremoni pelepasan di kantor Kemenag Jawa Timur di Jl Raya Juanda Sidoarjo.
Adapun donasi yang telah dihimpun oleh LAZISMU se-Jawa Timur hingga hari Jumat 4 September 2026 ini sebesar Rp 2,6 Miliar. Alokasi dana tersebut selain untuk respon tanggap darurat juga untuk biaya rehabilitas dan rekonstruksi pasca tanggap darurat dicabut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donator, muzaki dan dermawan yang telah mengamanahkan donasi ZISKAnya melalui LAZISMU se-Jawa Timur. Donasi akan disalurkan kepada warga terdampak gempa bumi atau penyintas di Flores NTT pada masa tanggap darurat, masa rehabilitasi dan masa rekonstruksi dengan berbagai program,” ujar Aditio seraya berharap bantuan bermanfaat bagi penyintas gempa.
“Semoga Allah Subhanahu wata’ala meridhoi dan merahmati kita semua dalam Upaya membantu meringankan beban saudara se tanah air yang ditimpa bencana,” pungkas Aditio Yudono. (ddt/tim media LAZISMU KP Jatim)
