Firman Allah:
خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَا بٍ ثُمَّ مِنْ نُّـطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّـنُبَيِّنَ لَـكُمْ ۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَ رْحَا مِ مَا نَشَآءُ اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى
“…Allah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu Dia menjadikan kamu berpasang-pasangan. Dan tidak ada satu pun dari kamu yang tidak akan sampai kepada (usia) yang telah ditentukan… ” (QS Al-Hajj 22: 5)
Dulu kita mengira usia 30, 40, 50, bahkan 60 tahun masih sangat lama untuk dicapai. Namun hari ini, kita mungkin sudah berada di usia yang dulu hanya kita bayangkan.
Waktu terus berjalan tanpa pernah meminta kita untuk siap. Teman-teman yang dulu mengisi hari-hari masa kecil kita pun perlahan menua. Sebagian bahkan telah lebih dahulu kembali kepada Allah.
Mungkin semua itu adalah teguran lembut agar kita tersadar. Hidup ini bukan tentang menunggu hari tua, tapi tentang mempersiapkan diri untuk kembali kepada Allah.
Selagi Allah masih memberi kita umur, jangan biarkan dunia membuat kita lupa menyiapkan bekal akhirat. Karena kita tidak tahu, berapa panjang lagi perjalanan yang tersisa.
Usia terus bertambah, waktu terus berkurang. Jangan sampai dunia membuat kita lupa mempersiapkan bekal pulang. (*)
