Tiga Jenis Penyakit

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Dalam perjalanan spiritual (suluk) menuju Allah Swt, para ulama tasawuf menyepakati bahwa kebersihan hati adalah syarat utama. Terdapat tiga “penyakit hati” yang paling merusak dan wajib dikendalikan atau dihilangkan agar cita-cita seorang hamba sampai kepada penciptanya tidak kandas di tengah jalan.

واعلم أن العُيوبَ ثلاثةٌ : عيوبُ النفسِ، وعيوبُ القلب، وعيوب الرُّوحِ

Ketahuilah bahwa jenis penyakit itu ada tiga:

  • Penyakit Nafsu.
  • Penyakit Hati.
  • Penyakit Ruhani.

فَعُيُوبُ النَّفْسِ : تَعَلُّقُهَا بِالشَّهَوَاتِ الْجِسْمَانِيَّةِ، كَطِيبِ الْمَأْكِلِ وَالْمَشَارِبِ، وَالْمَلَابِسِ وَالْمَرَاكِبِ، وَالْمَسَاكِنِ وَالْمَنَاكِحِ وَشِبْهِ ذٰلِكَ

Penyakit nafsu: keterikatannya pada syahwat jasmani, seperti makanan dan minuman yang lezat, pakaian dan kendaraan, tempat tinggal dan pernikahan (jimak). Maksud utamanya adalah keinginan atau keterikatan hati yang berlebihan terhadap kesenangan duniawi (materi dan biologis).

Mengapa Disebut “Penyakit”?

Perkara di atas (makan, pakaian, menikah) pada dasarnya mubah (boleh) dan halal. Namun, hal itu berubah menjadi “penyakit nafsu” jika:

  • Berlebihan: Menjadi tujuan utama hidup, bukan sekadar sarana ibadah.
  • Kecanduan: Hati merasa gelisah atau rusak jika tidak terpenuhi.
  • Melalaikan: Membuat seseorang lupa pada kewajiban agama dan akhirat.

وَعُيُوبُ الْقَلْبِ : تَعَلُّقُهُ بِالشَّهَوَاتِ الْقَلْبِيَّةِ، كَحُبِّ الْجَاهِ وَالرِّيَاسَةِ وَالْعِزِّ، وَالْكِبْرِ وَالْحَسَدِ وَالْحِقْدِ، وَحُبِّ الْمَنْزِلَةِ وَالْخُصُوصِيَّةِ وَشِبْهِ ذٰلِكَ

Adapun penyakit hati, yaitu keterikatannya pada keinginan-keinginan hati, seperti cinta kekuasaan, cinta jabatan, cinta kemuliaan, kesombongan, iri hati, dengki, cinta kehormatan dan ingin selalu di khususkan, dan sejenisnya.

Berikut adalah rincian maksud dari poin-poin tersebut:

Arti Keterikatan pada Keinginan Hati:

  • Diperbudak nafsu: Hati tidak lagi dikendalikan oleh akal sehat atau iman, melainkan disetir oleh ego.
  • Fokus duniawi: Seluruh pikiran dan tindakan hanya berorientasi pada kepuasan diri sendiri.

Jenis-Jenis Penyakit Hati yang Disebutkan:

  • Cinta kekuasaan & jabatan: Terobsesi untuk mengatur, mengontrol orang lain, dan takut kehilangan kendali.
  • Cinta kemuliaan & kehormatan: Haus akan pujian, sanjungan, dan status sosial di mata manusia.
  • Kesombongan: Merasa diri lebih baik, lebih hebat, atau lebih tinggi daripada orang lain.
  • Iri & dengki: Tidak senang melihat orang lain bahagia dan berharap nikmat orang tersebut hilang.
  • Ingin selalu dikhususkan: Merasa berhak mendapatkan perlakuan istimewa (bisa disebut entitlement).

Dampak Buruk Penyakit Hati

  • Gelisah: Hidup tidak pernah tenang karena selalu merasa kurang.
  • Merusak hubungan: Memicu konflik, permusuhan, dan hilangnya rasa empati.
  • Merusak ibadah: Menghilangkan keikhlasan karena amal dilakukan hanya demi pujian (riya).

وَعُيُوبُ الرُّوحِ : تَعَلُّقُهَا بِالْحُظُوظِ الْبَاطِنِيَّةِ، كَطَلَبِ الْكَرَامَاتِ وَالْمَقَامَاتِ وَالْقُصُورِ وَالْحُورِ وَغَيْرِ ذٰلِكَ مِنَ الْحُرُوفِ

Dan penyakit ruh: keterikatannya pada kenikmatan-kenikmatan batiniah, seperti menuntut karomah (kemuliaan luar biasa), tingkatan-tingkatan spiritual (contoh mukasyafah kauniyah), istana-istana, bidadari, dan selain itu dari huruf-huruf (maksudnya: perkara-perkara gaib atau rahasia huruf).

Komponen Penyakit Ruh

  • Keterikatan pada Kenikmatan Batiniah: Ini adalah jebakan halus. Jika orang awam tergoda kenikmatan fisik (harta, takhta, wanita dunia), pelaku spiritual (salik) bisa tergoda oleh kelezatan perasaan hebat, ketenangan spiritual, atau merasa menjadi kekasih Tuhan.
  • Menuntut Karomah: Beribadah (seperti zikir ribuan kali) dengan tujuan rahasia agar memiliki kelebihan luar biasa, bisa terbang, berjalan di atas air, atau dihormati orang lain. Dalam tasawuf, mencari karomah dianggap sebagai “haidnya para lelaki” (aib/penghambat).
  • Tingkatan Spiritual (Contoh: Mukasyafah Kauniyah): Keinginan agar mata batinnya terbuka untuk melihat hal gaib yang ada di alam semesta (kauniyah), seperti melihat jin, malaikat, atau membaca isi hati orang lain. Ini dianggap penyakit karena mengalihkan fokus dari Sang Pencipta (Al-Khaliq) ke makhluk-Nya (makhluk gaib)
  • Istana dan Bidadari: Beribadah semata-mata karena kalkulasi pahala, pamrih ingin mendapatkan fasilitas surga, bukan karena cinta dan rindu kepada Allah semata.
  • Rahasia Huruf (Asrarul Huruf): Terobsesi mempelajari ilmu gaib berbasis huruf dan wafak (jimat spiritual) untuk mendapatkan kekuatan supranatural atau mengendalikan realitas.

فَتَشَوُّفُ الْمُريدِ إِلَى شَيْءٍ مِنْ ذٰلِكَ كُلِّهِ قَادِحٌ فِي عُبُودِيَّتِهِ، مَانِعٌ لَهُ مِنَ الْقِيَامِ بِحُقُوقِ رُبُوبِيَّتِهِ

Maka keinginan murid terhadap sesuatu dari semua itu merusak penghambaannya, dan mencegahnya dari menunaikan hak-hak ketuhanan.

فَاشْتِغَالُهُ بِالْبَحْثِ عَنْ عُيُوبِهِ النَّفْسَانِيَّةِ وَالْقَلْبِيَّةِ وَالرُّوحَانِيَّةِ، وَسَعْيُهُ فِي التَّطْهِيرِ مِنْ جَمِيعِ ذٰلِكَ, أَوْلَى مِنْ تَشَوُّفِهِ إِلَى مَا حُجِبَ عَنْهُ مِنْ عِلْمِ الْغُيُوبِ كَمَا تَقَدَّمَ

Maka menyibukkan diri mencari penyakit-penyakit nafsu, hati, dan ruhnya, serta berusaha membersihkan semua itu, lebih utama daripada keinginannya pada ilmu gaib yang terhalang darinya, sebagaimana telah lalu. || [Iqodzul Himam Fi Syarhil Hikami – Karya Syaikh Ibnu Ajibah, Hal. 131 – 132]

 

Tinggalkan Balasan

Search