Ragam Penyakit

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

لكل شيء آفة، وآفة العلم النسيان، وآفة العبادة الكسل، وآفة الدين الرياء، وآفة الإسلام الهوى

“Segala sesuatu itu memiliki penyakit (kerusakan), penyakit dalam ilmu adalah lupa, penyakit dalam ibadah adalah malas, penyakit dalam agama adalah riya’, dan penyakit terhadap ajaran Islam adalah hawa nafsu.”

Makna Kandungan:

  • Penyakit ilmu adalah lupa: Ilmu yang tidak diulang, diamalkan, atau dijaga dengan kesungguhan akan mudah pudar dan hilang dari ingatan.
  • Penyakit ibadah adalah malas: Rasa enggan dan menunda-nunda membuat seseorang kehilangan keistikamahan dalam mendekatkan diri kepada Allah.
  • Penyakit agama adalah riya’: Beramal bukan karena Allah, melainkan ingin dipuji manusia, sehingga pahala ibadah menjadi sia-sia.
  • Penyakit ajaran Islam adalah hawa nafsu: Mengikuti dorongan ego pribadi di atas tuntunan syariat akan merusak keutuhan dan kemurnian beragama.

Tubuh yang sakit biasanya mengaduh. Namun hati yang sakit sering kali tetap tersenyum. Ia masih mampu berbicara, berjalan, mengajar, bahkan berdakwah. Tetapi perlahan kehilangan keikhlasan, kehilangan kekhusyukan, dan bahkan akhirnya kehilangan arah.

Betapa banyak orang yang mengejar ilmu, namun lupa bahwa ilmu tidak hanya disimpan di kepala, melainkan dijaga dengan ketakwaan.

Ketika maksiat mulai dianggap ringan, hapalan pun memudar, pemahaman menghilang, dan keberkahan ilmu dicabut sedikit demi sedikit. Imam Asy-Syafi’i pernah mengadukan buruknya hafalan kepada gurunya.

Nasihat yang beliau terima bukan menambah waktu belajar, melainkan meninggalkan maksiat. Sebab ilmu adalah cahaya, sedangkan cahaya Allah Swt tidak diberikan kepada hati yang gemar bermaksiat.

Sedangkan ibadah, musuhnya bukan kesibukan. Musuhnya adalah rasa malas yang dibiarkan tumbuh.

Hari demi hari salat mulai ditunda, Al-Qur’an jarang dibaca, qiyamul lail terasa terlalu berat, hingga akhirnya hubungan dengan Allah Swt menjadi hambar. Padahal hati yang jauh dari ibadah akan mudah dikuasai oleh dunia.

Yang lebih mengerikan adalah ketika amal masih banyak, tetapi nilainya kosong. Namanya riya’.

Beramal agar dipuji. Bersedekah agar disebut dermawan. Berdakwah agar dikenal manusia.

Semua terlihat indah di mata makhluk, tetapi gugur di hadapan Allah Swt.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”

Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu…!?”

Beliau menjawab, “Riya’.” (H.R. Ahmad)

Bahkan ada satu penyakit yang paling ganas. Ia mampu mengubah kebenaran menjadi kesalahan, dan kesalahan seolah-olah tampak benar. Itulah hawa nafsu.

Ketika hawa nafsu memimpin, ayat-ayat Allah Swt mulai ditafsirkan sesuai selera. Syariat dianggap berat, sementara aturan manusia dipandang lebih layak. Sedikit demi sedikit Islam tidak lagi dijadikan pedoman hidup secara menyeluruh, tetapi hanya dipilih bagian yang sesuai dengan keinginan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengingatkan, “Maka pernahkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?” (Q.S. Al-Jatsiyah: 23)

Hari ini mungkin kita masih mampu mengenali penyakit pada tubuh. Namun sudahkah kita mengenali penyakit dalam hati?

Jangan sampai kita sibuk mengobati badan yang akan kembali menjadi tanah, tetapi membiarkan hati yang akan menghadap Allah Swt dalam keadaan penuh luka. Sebab yang akan menyelamatkan kita pada hari kiamat bukan banyaknya gelar, panjangnya hafalan, ramainya pengikut, atau tingginya kedudukan. Yang akan menyelamatkan hanyalah hati yang bersih, amal yang ikhlas, dan ketundukan yang sempurna kepada seluruh syariat Allah Swt.

Semoga Allah Swt menjaga hati kita dari lupa yang menghilangkan keberkahan ilmu, dari malas yang merusak ibadah, dari riya’ yang menghancurkan amal, dan dari hawa nafsu yang menjauhkan kita dari Islam yang kaffah.

“Ya Allah, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi.” (Q.S. Ali ‘Imran: 8)

Tinggalkan Balasan

Search