Titik Niaga Mart Resmi Dibuka, Tawaran Investasi Disambut Sekolah Muhammadiyah

Titik Niaga Mart Resmi Dibuka, Tawaran Investasi Disambut Sekolah Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur resmi membuka Titik Niaga Mart pada Sabtu (5/9/2026) di Kompleks Pusat Dakwah Muhammadiyah Kaltim, Jalan KH. Siradj Salman, Samarinda. Kehadiran toko ini menjadi langkah konkret Muhammadiyah Kaltim dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat sekaligus membangun ekosistem usaha yang profesional dan berkelanjutan.

Acara peresmian dihadiri jajaran PWM Kaltim, mulai dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, hingga para Wakil Ketua. Turut hadir Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kaltim, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Samarinda, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Samarinda, kepala sekolah Muhammadiyah se-Kota Samarinda, serta sejumlah undangan lainnya.

Titik Niaga Mart Resmi Dibuka, Tawaran Investasi Disambut Sekolah Muhammadiyah

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, kultum serta doa, kemudian dilanjutkan laporan Ketua Manajemen Titik Niaga Mart dan sambutan Ketua PWM Kaltim sekaligus peresmian toko. Prosesi peresmian dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan pengguntingan pita. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah, peninjauan toko sekaligus belanja bersama.

Dalam sambutannya, Ketua PWM Kaltim Drs KH Muhammad Jafron, MSi menekankan pentingnya meneladani Rasulullah SAW dalam mengelola usaha. Menurutnya, salah satu pelajaran penting dari kehidupan Rasulullah adalah pengalaman beliau sebagai penggembala domba yang mengajarkan prinsip-prinsip dasar kepemimpinan dan manajemen.

“Dalam mengelola usaha apa pun, termasuk Titik Niaga Mart, kita harus mencontoh Rasulullah yang dilatih dengan manajemen gembala domba,” ungkapnya.

Ia kemudian menjelaskan lima prinsip yang dapat diambil dari pengalaman tersebut, yaitu mencari, mengarahkan, mengawasi, mengontrol, dan merenungkan.

Menurut KH Muhammad Jafron, prinsip tersebut relevan diterapkan dalam pengelolaan Titik Niaga Mart. Seorang pengelola usaha tidak cukup hanya menjalankan aktivitas operasional, tetapi harus mampu mencari peluang, mengarahkan seluruh potensi yang dimiliki, melakukan pengawasan, memastikan kontrol berjalan, dan senantiasa melakukan evaluasi serta perenungan terhadap perjalanan usaha.

Selain tata kelola, Ketua PWM Kaltim juga meminta agar aspek promosi diperkuat. Titik Niaga Mart harus mampu memperluas sasaran pasar kepada masyarakat secara umum, sehingga keberadaan toko tidak hanya dirasakan oleh warga Muhammadiyah, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Samarinda.

“Promosi harus diperkuat dan sasarannya masyarakat banyak,” pesannya.

Tawaran Investasi Disambut Positif

Hal menarik dalam sambutan Ketua PWM Kaltim adalah ajakan kepada berbagai pihak untuk ikut memperkuat pengembangan Titik Niaga Mart melalui investasi. Tawaran tersebut mendapat respons positif dari beberapa pihak, khususnya dari lingkungan sekolah Muhammadiyah yang hadir dalam acara peresmian.

Sejumlah pihak sekolah menyatakan kesediaannya untuk ikut berinvestasi dalam pengembangan Titik Niaga Mart. Dari komitmen tersebut, terkumpul total investasi sebesar Rp76 juta.

Dukungan tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan Titik Niaga Mart ke depan. Bukan hanya sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai instrumen untuk membangun budaya kewirausahaan dan memperkuat kemandirian ekonomi di lingkungan Persyarikatan.

Bagi Muhammadiyah, investasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan amal usaha ekonomi membutuhkan partisipasi bersama. Semakin banyak unsur Persyarikatan yang terlibat, semakin kuat pula ekosistem ekonomi yang dapat dibangun.

KH Muhammad Jafron juga mengingatkan agar manajer dan seluruh tim pengelola Titik Niaga Mart dapat bekerja secara fokus dan optimistis. Pengalaman masa lalu, termasuk apabila pernah mengalami kegagalan, tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti melangkah.

“Kegagalan masa lalu itu pelajaran,” tegasnya.

Ia berharap pengelola tidak larut dalam kekhawatiran, tetapi menjadikan setiap pengalaman sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki dan mengembangkan usaha.

Warga Muhammadiyah Diminta Jadi Pelanggan Utama

Pesan lainnya ditujukan kepada seluruh warga Muhammadiyah. Menurut KH Muhammad Jafron, keberlangsungan Titik Niaga Mart tidak hanya bergantung kepada kemampuan manajemen, tetapi juga membutuhkan dukungan nyata dari warga Persyarikatan.

Karena itu, warga Muhammadiyah diharapkan menjadikan Titik Niaga Mart sebagai salah satu pilihan tempat berbelanja. Dukungan tersebut bukan semata-mata aktivitas transaksi, melainkan bagian dari kepedulian dan ikhtiar bersama untuk mengembangkan ekonomi kreatif serta memperkuat kemandirian ekonomi Persyarikatan.

“Warga Muhammadiyah harus suport, belanja di Titik Niaga sebagai bentuk kepedulian dan dukung ekonomi kreatif ini,” ujarnya.

Dengan demikian, dukungan terhadap Titik Niaga Mart dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, baik menjadi pelanggan, memberikan promosi dari mulut ke mulut maupun media sosial, hingga berpartisipasi dalam pengembangan usaha melalui investasi.

Sinergi Majelis dan Lembaga

Sementara itu, dalam laporan Ketua Manajemen Titik Niaga Mart, Windie Karina Farmawati, S.Psi., M.E., disampaikan bahwa toko tersebut merupakan amal usaha Muhammadiyah yang berada di bawah naungan langsung Majelis Ekonomi PWM Kaltim.

Pendirian Titik Niaga Mart merupakan wujud sinergi dan kolaborasi strategis antara Majelis Ekonomi, Lembaga Pengembang UMKM PWM Kaltim, serta Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM Kaltim.

Tujuan utama pendirian usaha ini bukan sekadar aktivitas komersial, tetapi untuk membangun kemandirian ekonomi umat dan mengembangkan iklim kewirausahaan yang sehat. Karena itu, tata kelola dirancang secara profesional dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman.

Manajemen juga menyampaikan apresiasi kepada PWM Kaltim dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) atas investasi, dukungan moral, dan kepercayaan yang diberikan untuk mengelola amal usaha tersebut. Masih terbuka kesempatan investasi bagi pihak-pihak yang ingin ikut mengembangkan Titik Niaga Mart agar semakin besar dan kuat.

Selain itu, apresiasi disampaikan kepada Bankaltimtara Syariah yang telah mendukung sistem keuangan Titik Niaga Mart serta Indogrosir atas kerja sama kemitraan dan dukungan dalam membangun sistem pengelolaan toko secara by system.

Ke depan, manajemen berharap kemitraan operasional yang telah disepakati selama lima tahun dapat berjalan sukses, berkembang semakin besar, dan membawa keberkahan bagi semua pihak. Dukungan berkelanjutan dari seluruh warga Persyarikatan juga diharapkan agar Titik Niaga Mart mampu bertahan, bersaing, serta memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi umat.

Peresmian Titik Niaga Mart akhirnya bukan sekadar seremoni pembukaan sebuah toko. Momentum tersebut menjadi awal dari sebuah gerakan ekonomi yang membutuhkan manajemen profesional, promosi yang kuat, optimisme pengelola, investasi, serta dukungan nyata warga Persyarikatan.

Komitmen investasi Rp76 juta dari beberapa pihak sekolah Muhammadiyah menjadi salah satu bukti awal bahwa semangat membangun kemandirian ekonomi mulai mendapatkan dukungan konkret.

Dari sebuah toko, Muhammadiyah Kaltim berharap tumbuh ekosistem ekonomi yang lebih besar. Dari gerakan belanja warga Muhammadiyah, diharapkan lahir kemandirian ekonomi Persyarikatan yang semakin kokoh.

Titik Niaga Mart: berbelanja, berinvestasi, dan bersama-sama menguatkan ekonomi umat.(ay.1)

 

Tinggalkan Balasan

Search