Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengukuhkan posisinya di panggung internasional. Berdasarkan hasil pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) 2027 yang dirilis resmi pada akhir Juni 2026 ini, UMY berhasil dinobatkan sebagai kampus Islam terbaik di Indonesia.
Di tingkat nasional, UMY menempati peringkat ke-14 dari hanya 20 universitas di Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar prestisius ini. Raihan tersebut sekaligus menempatkan UMY sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik kedua di Indonesia, dan universitas terbaik kedua di Daerah Istimewa Yogyakarta setelah Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam dua tahun terakhir, performa UMY menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dengan lonjakan skor total hingga lebih dari dua kali lipat dibanding edisi 2025. Lompatan besar ini didorong oleh penguatan di tiga indikator utama:
- International Research Network: Naik 100%
- Employment Outcomes: Naik 100%
- Employer Reputation: Naik 83%
Persaingan untuk menembus QS WUR edisi terbaru ini terbilang sangat sengit. Kepala Badan Perencanaan dan Reputasi Global UMY, Dr. Mega Hidayati, M.Ag., mengungkapkan terjadi penurunan jumlah perwakilan dari Indonesia. Jika tahun lalu ada 26 universitas dalam negeri yang lolos, kini hanya tersisa 20 institusi.
“Dari total 8.808 institusi dari 106 negara yang dievaluasi dunia, hanya 1.504 atau sekitar 17 persen saja yang berhasil masuk pemeringkatan resmi. Keberadaan UMY di daftar ini membuktikan daya saing global kami yang konsisten,” jelas Mega.
Untuk bisa berpartisipasi, sebuah universitas memang harus memenuhi syarat ketat metodologi QS WUR, di antaranya: masuk jajaran 20% teratas dunia dalam aspek Academic Reputation, memiliki minimal 100 artikel terindeks Scopus dalam lima tahun terakhir, serta aktif dalam pemeringkatan regional QS.

Sinergi Mutu dan Nilai-Nilai Islam
Merespons capaian ini, Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menyatakan bahwa prestasi ini lahir dari komitmen kuat jajaran pimpinan dan kesadaran seluruh sivitas akademika untuk terus memenuhi standar mutu nasional maupun internasional.
“Kami fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, inovasi, hilirisasi penelitian, serta pengabdian masyarakat yang berdampak nyata,” tutur Nurmandi.
Tidak ingin berpuas diri, UMY kini membidik target yang lebih tinggi untuk masa depan, yakni menembus jajaran Top 1.000 universitas terbaik dunia.
Untuk mencapai target tersebut, manajemen kampus berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas akademik, menjaga relevansi kompetensi alumni dengan kebutuhan industri, serta memperluas jaringan kemitraan internasional secara masif di berbagai benua. (*/tim)
