Ustaz Aunur Rafiq Bin Ghufron, Pendiri Ponpes Al Furqon Al Islami Gresik Telah Wafat

Ustaz Aunur Rafiq Bin Ghufron.
www.majelistabligh.id -

Satu lagi ulama besar telah wafat. Beliau adalah Ustaz Aunur Rafiq Bin Ghufron Bin Hamdani, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al Furqon Al Islami, Gresik Jawa Timur. Beliau wafat pada Jumat 20 Zulkaidah 1447 H atau bertepatan dengan 8 Mei 2026 M.

Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi, menantu almarhum, mengirimkan berita duka tersebut pada sanak kerabat dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Furqon Al Islami. Selain berita duka, ustaz Yusuf juga menuliskan biografi almarhum.

Almarhum Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdani, lahir di Desa Srowo, Kecamatan Sidayu, Kab Gresik, Jawa Timur pada tanggal 1 September 1956 M. Semasa kecil, menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidai’yyah Sidayu hingga lulus pada tahun 1968 M, kemudian melanjutkan ke sekolah PGA Muhammadiyah hingga tahun 1972 yang saat itu dikepalai oleh Ustaz Nawawi Bakri –rahimahullah-, salah satu tokoh dan kyai Muhammadiyah terkemuka di daerah tersebut. Kemudian melanjutkan ke PGA Muhammadiyah Karang Asem Paciran Lamongan selama empat tahun sampai tahun 1974 yang saat itu dipimpin oleh KH. Abdurrahman Syamsuri.

Usai lulus, melanjutkan belajarnya ke Jami’ah Imam Ibnu Su’ud di Riyadh, Saudi Arabia, dengan mengambil jurusan kuliah Ushuluddin dan lulus pada tahun 1982 M. Untuk memenuhi kebutuhan hidup di negeri orang, beliau bekerja sebagai tukang masak, juga mengisi waktu liburan sebagai pekerja bangunan.

Ustaz Aunur Rafiq adalah anak pertama dari lima bersaudara yang semuanya adalah lelaki; Ridhwan, Abdurrahman, Mubarok, Nashruddin. Beliau menikah dengan seorang wanita bernama Shofarah saat liburan studi kuliah di Universitas Ibnu Su’ud, Arab Saudi. Beliau dikaruniai 13 anak, hanya saja yang hidup hanya 5 orang sampai sekarang, yakni: Aunus Shofi, Rifaq Ashfiya’, Mi’wanul Muttaqin, Kuni Hafidzoh, dan Abdul Hakim.

Gemar Berguru

Semasa hidup, beliau banyak menuntut ilmu dan berguru, khususnya dari tokoh Muhammadiyah seperti KH. Nawawi Bakri, KH. Abdurrahman Syamsuri. Di antara guru beliau juga adalah para dosen di Universitas Ibnu Su’ud Riyadh yang saat itu dikepalai oleh Dr. Abdul Muhsin At-Turki.

Juga beliau banyak menimba ilmu dari para masayikh yang hadir untuk dauroh di Indonesia semisal murid-murid Syaikh Al-Albani, seperti Syaikh Ali Hasan, Syaikh Musa Alu Nashr, Syaikh Masyhur Hasan, Syaikh Akram Ziyadah dan lainya. Juga para masyayikh dari Madinah semisal Syaikh Shalih As-Suhaimi, Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili, Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaili, Syaikh Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad, Syaikh Walid bin Saif An-Nashr dan lainnya.

Murid-murid beliau banyak sekali tak terhitung jumlahnya. Betapa banyak para dai dan ustaz di Indonesia yang dahulu pernah menimba ilmu dari pondok beliau dan hingga kini para alumnus dan murid beliau bertebaran di berbagai sudut Indonesia untuk menyebarkan dakwah, bahkan di antara mereka mendirikan pondok-pondok pesantren di daerahnya masing-masing, seperti:

  1. Abdullah Roy, Lc MA, pengajar di Masjid Nabawi
  2. Ustaz Aris Sugiyantoro, murid Syaikh Utsaimin dan mudir Mahad Al-Ukhuwwah, Sukoharjo, Solo, Jateng.
  3. Ustaz Arif Fathul Ulum, mudir Ma’had Thoifah Manshuroh, Kediri
  4. Ustaz Abu Ibrahim Muhammad Ali, mudir Ma’had As-Sunnah, Pasuruan
  5. Ustaz Ahmad Izzah Abu Hammam, mudir Ma’had Tahkim Sunnah, Lampung
  6. Ustaz Ahmad Sabiq Abu Yusuf Lc, ketua Yayasan Al Furqon dan penulis buku
  7. Ustaz Syahrul Fatwa, Penasehat Ahsan TV, penulis buku-buku ilmiah

Perjuangan Dakwah

Setelah lulus dari Pesantren Karang Asem Lamongan, beliau diutus oleh DDI (Dewan Dakwah Indonesia) untuk berdakwah di kota Pontianak Kalimantan selama 2 tahun. Sepulang dari Saudi, beliau memilih untuk membuka lahan dakwah di Kota Kediri dan diamanati untuk mengelola sebuah pondok Pesantren dan mengajar di sekolah dan megisi taklim di berbagai majlis taklim dan masjid.

Kemudian beliau mendirikan Pondok Pesantren Al Furqon Al Islami tahun 1989 M dengan modal tanah dari orang tuanya. Dan hingga kini sebanyak kurang lebih 1500 santri belajar ilmu agama di Pesantren ini.

Beliau menaruh perhatian dan prioritas utama pada tema Aqidah dan Tauhid. Hal ini sangat jelas dilihat dari kitab-kitab yang beliau ajarkan, kebanyakan adalah tentang tauhid dan aqidah, di antaranya yang paling sering adalah Kitab Fathul Majid Syarh Kitab Tauhid (entah sudah berapa kali beliau mengkhatamkannya), Syarh Aqidah Thohawiyyah, Ushul Sunnah Imam Ahmad bin Hanbal, Kitab Tauhid dari Shohihul Bukhori, Riyadhu Sholihin, Tafsir Ibnu Katsir, Bulughul Marom dan lain sebagainya.

Beliau juga menulis beberapa buku panduan yang dijadikan muqorror di pondok. Di antaranya yang paling masyhur adalah  Kitab “Mukhtarot Qowa’id Lughoh Al-Arabiyyah” yang merupakan kitab tentang kaidah-kaidah Bahasa Arab sehingga menjadi jembatan untuk bisa membaca kitab-kitab ulama yang berbahasa Arab baik di bidang tafsir, hadis, aqidah dan lain sebagainya.

Kitab ini menjadi kitab panduan sejak awal berdirinya pondok pesantren Al Furqon hingga sekarang. Bahkan banyak diajarkan di lembaga pendidikan, pesantren, majlis taklim dan sebagainya.

Secara umum beliau memiliki akhlak yang mulia, sekalipun tidak ada yang sempurna. Namun di antara akhlak beliau yang paling menonjol adalah:

  1. Zuhud/sederhana dengan dunia
  2. Tawadhu
  3. Semangat dakwah
  4. Sabar dalam menghadapi cobaan
  5. Memanfaatkan waktu dengan baik
  6. Multi Talenta
  7. Dermawan

Semoga kita semua bisa mengambil ibrah dari beliau. (*/nun)

 

Tinggalkan Balasan

Search