Wisuda di UMLA: Saat Tali Toga Dipindahkan, Langkah 867 Alumni Resmi Membentang hingga Mancanegara

Wisuda di UMLA: Saat Tali Toga Dipindahkan, Langkah 867 Alumni Resmi Membentang hingga Mancanegara
www.majelistabligh.id -

Suasana di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) pada Sabtu (26/9/2026) mendadak hening nan syahdu. Di bawah sorot lampu gedung dan di hadapan ratusan pasang mata orang tua yang berkaca-kaca, sebanyak 867 wisudawan berdiri anggun. Hari itu, dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda VIII Program Diploma, Sarjana, dan Magister, sebuah babak perjuangan resmi ditutup—dan bentangan masa depan yang lebih luas resmi dimulai.

Momen puncak yang paling menyentuh terjadi saat prosesi pemindahan tali toga. Bagi para wisudawan, helai benang yang berpindah dari kiri ke kanan itu bukan sekadar ritual tahunan. Ada ribuan jam malam yang dihabiskan untuk menembus batas lelah, ada doa-doa malam orang tua yang membubung ke langit, dan ada derai air mata yang akhirnya terbayar tuntas.

Dua IPK 3,97 dan Tali Toga yang Berpindah

Dari ribuan senyum gembira di dalam ruang acara, ada kisah-kisah ketekunan yang menginspirasi. Senyum haru mengembang dari para wisudawan terbaik yang mengukir prestasi puncak.

Annisa Ilmi Nur Vadilah (S1 Kebidanan) dan Dewi Agustin (S1 Akuntansi) berdiri bangga membawa predikat terbaik dengan IPK nyaris sempurna, 3,97. Langkah mereka disusul oleh Safira Wulan Febrianti (S1 PGSD) dari FSTP dengan IPK 3,95, serta Fillah Inzuly Vilthon (S1 Keperawatan) yang menyabet penghargaan di bidang non-akademik.

Di balik angka-angka megah itu, terpancar dedikasi tanpa lelah yang kini berbuah manis. Dari total 867 lulusan, Fakultas Ilmu Kesehatan menjadi penyumbang terbesar dengan 546 wisudawan, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis (202 lulusan), serta Fakultas Sains, Teknologi dan Pendidikan (119 lulusan).

Membawa Nama Lamongan Menembus Batas Negara

Haru kian terasa saat Rektor UMLA, Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ners, M.Kes, menyampaikan amanatnya. Di hadapan para tokoh penting—seperti Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Fitri Arofiati, Ph.D, Kepala LLDIKTI VII Jatim Prof. Dr. Diah Sawitri, M.M, Ketua PWM Jatim Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM, serta perwakilan Bupati Lamongan Dr. H. Shodikin, M.Pd—Prof. Aziz menegaskan bahwa kelulusan ini adalah pintu gerbang pengabdian tanpa batas.

Ia membagikan kabar membanggakan bahwa almamater mereka telah membukakan jalan hingga ke kancah internasional. Tak sedikit anak-anak Lamongan yang kini melangkah percaya diri bekerja di berbagai belahan dunia.

“Lulusan UMLA yang bekerja di luar negeri saat ini tercatat ada 93 orang—74 di antaranya mengabdi di Arab Saudi, 15 di Jepang, serta lainnya di Jerman, Kuwait, dan Taiwan. Tahun ini saja, 19 alumni kita telah lolos dan bekerja di Arab Saudi, dan pada Oktober mendatang kami kembali memberangkatkan 24 calon tenaga kerja untuk mengikuti seleksi,”* ungkap Prof. Aziz penuh rasa bangga.

Langkah global ini terus diperkuat dengan rencana besar UMLA yang tengah bersiap membuka Fakultas Kedokteran serta Fakultas Agama Islam, menyusul peningkatan akreditasi berbagai program studi kesehatan yang kian diakui mutu akademiknya.

Pesan Tulus sang Rektor: “Tetap Jaga Nama Almamatermu”

Di akhir amanatnya, Prof. Aziz menyampaikan pesan singkat namun meresap dalam ke sanubari setiap lulusan yang hadir. Pesan yang mengingatkan mereka pada akar tempat mereka tumbuh dan belajar.

“Meski kini telah sah menjadi alumni, tetap jaga nama almamater kamu,” bisik pesan tulus sang Rektor.

Acara pun ditutup dengan pembacaan Janji Wisudawan dan Ikrar Setia Alumni yang menggema hangat di seluruh penjuru Dome UMLA. Usai doa penutup dipanjatkan, pelukan hangat dan senyum bangga bertaut antara lulusan dan keluarga.

Dari Lamongan, 867 jiwa kini siap berlayar—membawa bekal ilmu, kerendahan hati, dan nilai-nilai kebaikan untuk menyinari masyarakat, bangsa, hingga pelosok dunia. (rohmat)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search