Yaumul Khulaif

*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Ketika Masjidil Haram melapang, hadiah istimewa bagi muslimah Makkah di hari Arafah.

Bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia, puncak dari rangkaian ibadah haji adalah saat berkumpul di Padang Arafah untuk melakukan wukuf pada tanggal 9 Zulhijah. Namun di balik keramaian ritual wukuf di Arafah, ada sebuah fenomena menarik dan penuh berkah yang terjadi secara bersamaan di jantung kota Makkah, tepatnya di Masjidil Haram. Fenomena ini disebut dengan Yaumul Khulaif.

Secara harfiah, “Yaumul Khulaif” dapat diartikan sebagai ‘Hari Pengganti’ atau hari kekosongan, yaitu ketika jamaah haji sedang berada di Padang Arafah untuk wukuf. Pada hari itu Masjidil Haram tiba-tiba menjadi lengang, arus jamaah berkurang drastis, menyisakan ruang yang lebih lapang dan suasana yang lebih tenang di sekitar Kakbah yang mulia.

Kondisi inilah yang menjadi kesempatan emas yang dinantikan, terutama para wanita lokal Makkah dan sekitarnya. Mereka yang mudah dikenali dengan abaya hitam khasnya, berbondong-bondong datang ke Masjidil Haram, memanfaatkan momen langka ini.

Dengan ruang yang lebih lapang, mereka dapat melakukan salat fardhu maupun sunah dengan konsentrasi dan ketenangan yang lebih mendalam, tanpa terdesak-desak atau terganggu oleh lalu lalang jamaah yang padat.

Tawaf dengan leluasa di dekat Kakbah adalah salah satu ibadah yang paling didambakan setiap muslim. Pada Yaumul Khulaif, para muslimah Makkah berkesempatan tawaf dengan lebih leluasa.

Mencium Hajar Aswad di hari-hari biasa merupakan perjuangan yang memerlukan kekuatan fisik, kesabaran, dan sering kali keberuntungan. Namun pada Yaumul Khulaif, kesempatan untuk mendekat, menyentuh, bahkan mencium Hajar Aswad menjadi jauh lebih besar karena berkurangnya kerumunan secara drastis.

Area Hijr Ismail, sebuah tempat berbentuk setengah lingkaran di sisi utara Kakbah, yang diyakini sebagai bagian dari fondasi asli Kakbah yang dibangun Nabi Ibrahim Alaihissalam, dan merupakan tempat mustajab untuk berdoa, juga menjadi lebih mudah diakses. Para muslimah bisa melakukan salat sunah dan berdoa di dalamnya dengan lebih nyaman dan khidmat.

Fenomena Yaumul Khulaif ini menjadi salah satu bukti nyata betapa Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kemudahan berharga bagi hamba-hamba-Nya untuk beribadah dalam kondisi terbaik.

Ini seolah menjadi hadiah istimewa bagi para muslimah lokal dan penduduk Makkah lainnya yang secara rutin menjaga dan memakmurkan kota suci ini sepanjang tahun. Yaumul Khulaif memungkinkan mereka merasakan pengalaman ibadah di Masjidil Haram yang berbeda, lebih personal, dan mendalam, menjadikan hari itu benar-benar spesial dan sarat akan keberkahan.

Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Search