Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar Wisuda ke-54 bagi 413 lulusan dari jenjang S2, S1, dan D3, Sabtu (25/4/2026) di auditorium kampus setempat. Momentum ini menjadi penanda capaian penting sekaligus pijakan baru bagi kampus dalam meningkatkan kualitas akademik dan kelembagaan.
Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas berbagai capaian yang diraih kampus. Menurutnya, wisuda kali ini terasa istimewa karena Unmuh Jember telah berhasil meraih akreditasi unggul serta sejumlah pengakuan mutu lainnya.
“Kampus yang telah mendapat akreditasi unggul itu kini telah menyusun sejumlah rencana besar untuk mencapai keunggulan-keunggulan berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama dalam mendorong kemajuan akademik. Hal ini tercermin dari bertambahnya jumlah dosen dengan kualifikasi tinggi.
“Wisuda saat ini sangat membahagiakan karena Unmuh Jember telah mendapat akreditasi unggul, ISO dan masih banyak lagi prestasi lagi lainnya. Untuk meningkatkan prestasi akademik, saat ini Unmuh Jember telah memiliki 3 guru besar, 86 S3, 34 sedang menempuh S3 dan saat ini juga memiliki 34 dosen dengan pangkat Lektor Kepala,” jelasnya.
Selain penguatan akademik, Unmuh Jember juga terus memperluas peran dan kontribusinya di bidang pendidikan dan layanan publik. Kampus ini telah mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan program sertifikasi guru, memperoleh bantuan pembangunan rumah susun mahasiswa (rusunawa), serta tengah menunggu izin operasional Fakultas Kedokteran.
Tidak hanya itu, pengembangan infrastruktur dan unit usaha juga terus dilakukan. Saat ini Unmuh Jember telah membuka Kampus 2 di Banyuwangi, merintis pendirian rumah sakit sebagai sarana pendidikan dan layanan kesehatan, serta mengembangkan unit usaha berupa SPBU di Situbondo.
Sementara itu, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Bambang Setiaji, turut menyampaikan apresiasi atas capaian Unmuh Jember yang dinilai terus menunjukkan tren peningkatan dari waktu ke waktu. Ia juga memberikan pesan penting kepada para lulusan agar mampu beradaptasi dengan dinamika zaman.
“Perguruan tinggi swasta tentu harus kreatif dan inovatif kalau tidak tertinggal oleh kemajuan. Oleh karena itu kemandirian harus ditingkatkan,” jelasnya.
Menurut Prof Bambang, lulusan perguruan tinggi swasta dituntut untuk memiliki daya cipta dan tidak hanya bergantung pada peluang kerja formal yang terbatas.
“Sarjana swasta harus bisa menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru di masyarakat yang masih terbuka lebar. Jangan hanya menggantungkan menjadi PNS karena jumlah PNS sangat terbatas,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi global yang penuh ketidakpastian sehingga lulusan dituntut memiliki ketangguhan dan kesiapan menghadapi perubahan.
“Apalagi tantangan dewasa ini tidak pasti. Apalagi sudah dibekali berbagai mata kuliah untuk menunjang keberhasilan dan kemandirian,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan civitas akademika Unmuh Jember. Ia menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
“Pendidikan Muhammadiyah mencetak manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cakap, percaya diri, menguasai IPTEK dan berguna bagi masyarakat dan negara,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai spiritual sebagai landasan kesuksesan hidup.
“Dalam Al-Qur’an telah memberikan jalan untuk menjadi orang-orang yang sukses yaitu orang-orang yang takwa, tawakal, taawun, taaruf,” jelasnya.
Selain itu, ia membagikan kunci sukses yang lebih operasional bagi para lulusan agar mampu bersaing di tengah perubahan zaman.
“Adapun kunci yang lebih operasional adalah fokus, fast, fight, fun, fleksibel, dan friendly,” pungkasnya.
Dengan berbagai capaian dan rencana strategis yang telah disusun, Wisuda ke-54 ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Unmuh Jember untuk terus melahirkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (*/tim)
